Resmi Tangani Swedia, Graham Potter Diberi Tugas Lolos ke Piala Dunia 2026
Poin Penting
|
STOCKHOLM, investortrust.id – Asosiasi Sepak Bola Swedia (SvFF) resmi menunjuk Graham Potter sebagai pelatih baru. Mantan nakhoda Chelsea itu menggantikan Jon Dahl Tomasson yang dipecat setelah rentetan hasil buruk di kualifikasi Piala Dunia 2026.
SvFF memutus kontrak Tomasson pada 14 Oktober setelah Swedia hanya meraih satu poin dari empat laga awal Kualifikasi Zona Eropa. Lebih menyakitkan lagi, The Blagult menelan tiga kekalahan beruntun dan kini terbenam di dasar klasemen Grup B tanpa mencetak satu gol pun dalam tiga laga terakhir.
Potter datang membawa misi berat, yaitu menyelamatkan harapan Swedia tampil di Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. “Tujuannya jelas, menciptakan kondisi terbaik agar Swedia mampu mencapai Piala Dunia 2026,” bunyi pernyataan resmi SvFF.
Baca Juga
Virgil van Dijk Minta Liverpool Segera Bangkit Seusai Tumbang Dari Manchester United
Menurut SvFF, kontrak Potter mencakup sisa fase kualifikasi, termasuk laga penting melawan Swiss dan Slovenia pada November mendatang. Jika Swedia lolos ke putaran final, kontraknya otomatis diperpanjang hingga Piala Dunia 2026.
Penunjukan Potter juga bukan tanpa alasan emosional. Dia pernah melatih klub Swedia, Ostersund FK, selama tujuh tahun (2011–2018). Dia membawa mereka promosi hingga menembus kompetisi Eropa. Jejak sukses itulah yang membuat SvFF yakin pria Inggris ini memahami sepak bola Swedia luar dalam.
Graham Potter är herrlandslagets nya förbundskapten 🇸🇪
— Svensk Fotboll (@svenskfotboll) October 20, 2025
🗞️ https://t.co/Xevu92RlZG pic.twitter.com/0zHiSg2o1X
Pelatih berusia 50 tahun itu menyambut tantangan barunya dengan antusias. “Saya merasa terhormat menerima penugasan ini. Tantangannya besar, tetapi saya sangat termotivasi. Swedia memiliki banyak pemain fantastis yang tampil setiap pekan di liga top Eropa,” ujar Potter di laman resmi SvFF.
Penunjukan Potter memunculkan optimisme baru di Stockholm. Sebab, dia dikenal sebagai pelatih dengan filosofi permainan progresif dan kemampuan membangun tim. Sebelumnya, Potter sukses mencuri perhatian saat menangani Brighton and Hove Albion sebelum pindah ke Chelsea. Meski gagal bertahan lama di Stamford Bridge, namanya tetap dihormati sebagai pelatih berkarakter kuat.
Potter terakhir bekerja di West Ham United sebelum didepak pada September lalu. Kini, dia diberi mandat membangkitkan performa Swedia yang diperkuat pemain seperti Alexander Isak (Newcastle United) dan Viktor Gyokeres (Sporting Lisbon).
Swedia kini menghadapi fase genting. Tiket otomatis sudah sulit diraih, tetapi peluang melalui jalur playoff masih terbuka. Tantangan besar menanti Potter, tapi harapan baru telah datang bagi sepak bola Swedia.
Baca Juga
Kembali ke Puncak Klasemen La Liga, Xabi Alonso Puji Dedikasi Pemain Real Madrid
📩 (1) nytt meddelande från Graham Potter pic.twitter.com/jSgi08rs8Q
— Svensk Fotboll (@svenskfotboll) October 20, 2025

