Intip Uji Coba Football Video Support di Piala Dunia U-20 2025
Poin Penting
|
SANTIAGO, investortrust.id – FIFA sedang menguji sistem baru bernama Football Video Support (FVS) pada Piala Dunia U-20 2025 di Chile. Sekarang, pelatih dapat mengangkat kartu khusus untuk meminta wasit meninjau ulang keputusan di lapangan.
Inovasi ini sedang diuji di sejumlah pertandingan Piala Dunia junior serta beberapa kompetisi kecil lainnya yang belum memiliki teknologi VAR penuh. FVS digambarkan FIFA sebagai sistem yang “efisien dan terjangkau”, ditujukan bagi turnamen dengan keterbatasan dana dan jumlah kamera.
CARA KERJA SISTEM FVS
Dalam sistem ini, masing-masing pelatih diberikan satu kartu berwarna biru dan satu kartu berwarna ungu. Kartu tersebut hanya dapat digunakan oleh pelatih kepala, atau staf senior jika pelatih tidak ada di pinggir lapangan. Pemain juga bisa meminta pelatih mengajukan peninjauan bila merasa ada keputusan keliru.
Baca Juga
Gelandang Arab Saudi Salem Al Dawsari Jadi Pemain Terbaik Asia 2025
Permintaan tinjauan hanya boleh dilakukan sesaat setelah insiden terjadi. Untuk memintanya, pelatih cukup memutar jarinya di udara lalu menyerahkan kartu permintaan tinjauan kepada ofisial keempat.
Berbeda dari VAR yang menggunakan puluhan kamera, FVS dirancang untuk pertandingan yang hanya memiliki maksimal empat kamera.
Seperti dalam olahraga tenis atau kriket, pelatih akan tetap memiliki dua kesempatan jika permintaan tinjauannya terbukti benar. Jika keputusan tetap tidak berubah, kesempatan tersebut hangus.
تُستخدم حالياً تقنية دعم كرة القدم بالفيديو (FVS) في كأس العالم تحت 20 عاماً
— beIN SPORTS (@beINSPORTS) September 29, 2025
والتي تسمح للمدربين بتقديم عدد محدود من طلبات المراجعة في كل مباراة عندما يشعرون أن هناك خطأً واضحاً وجلياً قد حدث في المباراة، مثل الأهداف أو قرارات ركلات الجزاء أو الطرد.
ويمكن للاعبين أيضاً أن يوصوا… pic.twitter.com/vSh9RkNXRz
FIFA menjelaskan sistem ini hanya berlaku untuk kesalahan jelas dan signifikan, seperti situasi gol/tidak gol, penalti/tidak penalti, atau kartu merah langsung (bukan kartu kuning kedua).
“FVS adalah alat bantu bagi wasit dalam kompetisi yang memiliki sumber daya dan kamera terbatas. Ini bukan VAR, juga bukan versi modifikasinya, karena tidak melibatkan ofisial video yang memantau seluruh insiden,” ujar Ketua Komite Wasit FIFA Pierluigi Collina, dilansir BBC Sport.
SUDAH DIUJI DI BERBAGAI TURNAMEN
Salah satu contoh penggunaan FVS terjadi dalam semifinal Piala Dunia U-20 kali ini antara Maroko dan Prancis. Pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi, melambaikan kartu biru setelah timnya merasa layak mendapat penalti. Permintaan tinjauan itu disetujui.
What is FIFA's new FVS cards being trialled at the U20 World Cup? 👀🟪 pic.twitter.com/ZXRe2ceYM4
— Sky Sports Football (@SkyFootball) October 16, 2025
Tapi, setelah meninjau ulang rekaman video, wasit mempertahankan keputusan awal tidak ada penalti. Maroko akhirnya menang adu penalti 5-4 dan lolos ke final pertama mereka dalam sejarah.
FVS juga telah diuji di Piala Dunia U-17 Putri di Republik Dominika, dan akan kembali digunakan pada Piala Dunia U-17 Putra di Qatar serta Maroko. FVS juga mulai diujicobakan di Serie C Italia serta kompetisi Liga F Putri dan Primera Federacion Spanyol.
Hingga kini, sekitar 200 pertandingan di Serie C sudah menggunakan sistem tersebut, termasuk beberapa laga uji coba di Serie A Putri Italia.
Baca Juga
Mantap! Jordan Pickford Perpanjang Kontrak 4 Tahun di Everton
All About The Football Video Support System Mentioned Under The ISL Tender For 25-26 Season👇
— 🍉 (@NoOtherLand_) October 17, 2025
*Its Currently Being Used For The U-20 World Cup In Chile
*Coaches Can Use It Twice Per Match#IndianFootball pic.twitter.com/NlSAA93VCZ

