Piala Dunia Jadi Utang PSSI, Inilah Hal Positif Timnas Indonesia Era Erick Thohir
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Ketua Umum PSSI Erick Thohir wajib menjadikan kegagalan mencapai putaran final Piala Dunia 2026 sebagai pelajaran berharga sekaligus utang yang harus dibayar pada Kualifikasi Piala Dunia 2030. Sebab, di era Erick Thohir, PSSI berada di jalur yang benar.
Erick Thohir resmi memimpin PSSI pada 16 Februari 2023. Dia membawa angin segar bagi sepak bola Indonesia yang sempat terpuruk akibat tragedi memilukan di Kanjuruhan ketika pertandingan Liga Indonesia Arema FC melawan Persebaya Surabaya.
Di bawah kepemimpinan Erick Thohir, PSSI menunjukkan perubahan nyata, baik di level tim nasional maupun tata kelola kompetisi domestik yang lebih baik. Sejumlah gebrakan dilakukan. Meski tidak selamanya mulus, arah sepak bola Indonesia mulai terlihat menjanjikan di masa depan.
Baca Juga
Fakta! Putaran 4 Jadi Pencapaian Terbaik Tim Nasional ASEAN di Kualifikasi Piala Dunia
SEMUA LEVEL TIMNAS IKUT PIALA ASIA
Pencapaian paling mencolok di era Erick Thohir adalah keberhasilan seluruh tim nasional Indonesia, baik senior maupun junior, tampil di Piala Asia. Timnas Indonesia senior ikut Piala Asia 2023. Bahkan, mencapai babak 16 besar. Itu merupakan pencapaian terbaik Indonesia di turnamen.
Hal yang sama terjadi pada aksi Timnas U-23, Timnas U-20, dan Timnas U-17. Bahkan, Timnas U-23 mampu mencapai semifinal Piala Asia U-23 2024 dan nyaris masuk Olimpiade Paris 2024. Sayang, langkah Garuda Muda terhenti di tangan Guinea di play-off.
TIMNAS U-17 INDONESIA LOLOS KE PIALA DUNIA U-17
Selain senior dan Timnas U-23, di era Erick Thohir, Timnas U-17 Indonesia lolos ke Piala Dunia U-17 lewat jalur kualifikasi. Ini menjadi turnamen kedua yang diikuti Timnas U-17 setelah pada edisi sebelumnya tampil sebagai tuan rumah.
Nantinya, pada November 2025, Garuda Muda akan melawan Zambia, Brasil, dan Honduras di Grup H dalam sebuah turnamen tahunan di Doha, Qatar. Peluang mencetak sejarah lolos ke babak berikutnya terbentang luas di depan mata mengingat persaingan di level remaja tidak seketat senior.
RANKING TIMNAS INDONESIA MEROKET
Dalam 15 tahun terakhir, Timnas Indonesia mengalami fluktuasi yang cukup tajam dalam ranking FIFA. Pada 2010, Indonesia menempati posisi 127 dunia, kemudian sempat naik ke 125 pada 2011.
Tapi, tren positif itu tidak bertahan lama karena pada 2012, Indonesia turun 143. Lalu, semakin merosot ke posisi 156 pada 2013. Pada 2014, Indonesia berhasil memperbaiki posisi dengan naik ke 151. Lalu, bertahan di 155 ada 2015, sebelum anjlok ke 171 akibat sanksi FIFA.
Setelah sanksi dicabut, Indonesia perlahan mulai bangkit. Pada 2017, peringkat Garuda naik lagi ke 154. Tapi, kemudian turun sedikit ke 157 pada 2018, dan ke 159 pada 2019, sebelum turun lagi ke 173 pada 2020.
Setelah 2020, Indonesia menunjukkan progres signifikan dengan naik ke 164 pada 2021. Kemudian, meningkat 151 pada 2022. Lalu, 145 pada 2023 dan kembali ke posisi 125 pada 2024. Ranking Indonesia terus naik dari 123 pada April 2025 ke 118 pada Agustus 2025. Untuk September, ranking FIFA Indonesia ada di 119.
NATURALISASI PEMAIN KETURUNAN YANG BERKUALITAS
Keseriusan PSSI membangun tim nasional yang tangguh dibuktikan dengan mendatangkan talenta-talenta terbaik Indonesia. Bukan hanya dari Sabang sampai Merauke, melainkan juga dengan diaspora Indonesia di seluruh dunia.
Faktanya, Erick Thohir sukses memulangkan banyak sekali pemain berdarah Indonesia dari jalur kakek-nenek atau ayah-ibu sesuai aturan FIFA. Jumlahnya, 22 pemain. Baik yang harus melewati DPR RI maupun langsung mendapatkan paspor Garuda karena faktor usia.
Mereka adalah Ivar Jenner, Rafael Struick, Justin Hubner, Jay Idzes, Nathan Tjoe-A-On, Thom Haye, Ragnar Oratmangoen, Calvin Verdonk, Jens Raven, Maarten Paes, Mees Hilgers, Eliano Reijnders, Kevin Diks, Ole Romeny, Dion Markx, Tim Geypens, Emil Audero, Dean James, Joey Pelupessy, Miliano Jonathans, Mauro Zijlstra, hingga Adrian Wibowo.
Para pemain tersebut bergabung dengan mereka yang sudah lebih dulu memegang kewarganegaraan Indonesia seperti Jordi Amat, Sandy Walsh, Shayne Pattynama. Hanya Elkan Baggott yang tidak jelas kabarnya.
Baca Juga
Hadapi Tantangan Baru, Marselino Ferdinan Resmi Gabung AS Trencin
Saksikan highlights Indonesia 𝓋𝓈 Irak, selengkapnya di Livin’ Sukha via #LivinbyMandiri atau cek di https://t.co/mRWfndQydR
— Timnas Indonesia (@TimnasIndonesia) October 12, 2025
‣ #KitaGaruda ‣ #TimnasIndonesiaMandiri
🏦 Bank Mandiri berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia serta Merupakan Peserta… pic.twitter.com/R5qzNwOstQ

