Tiru Liga Champions, UEFA Ingin Ubah Format Kualifikasi Piala Dunia
Poin Penting
|
NYON, investortrust.id – Format kualifikasi Piala Dunia di Eropa berpotensi berubah drastis. UEFA dikabarkan sedang mempertimbangkan sistem baru bergaya Liga Champions demi mengembalikan minat penonton yang mulai menurun.
Dalam wacana tersebut, kualifikasi internasional akan mengadopsi model liga seperti Liga Champions format Swiss. Di situ, negara-negara besar bisa lebih sering berhadapan tanpa mengurangi peluang tim kecil untuk menantang mereka. Integrasi Nations League ke dalam proses kualifikasi juga masuk dalam pembahasan.
Menurut laporan The Times, UEFA akan meninjau ulang sistem kualifikasi secara menyeluruh setelah muncul kekhawatiran tentang berkurangnya daya tarik bagi fans maupun pihak sponsor.
Model Swiss, yang diterapkan pada Liga Champions, menjadi inspirasi utama karena dianggap membuat setiap pertandingan terasa penting dan kompetitif. Dalam format tersebut, setiap tim menghadapi delapan lawan berbeda, sehingga tak ada laga yang bisa dianggap ringan.
UEFA menilai konsep serupa bisa menghadirkan lebih banyak duel antara negara elite seperti Prancis, Inggris, dan Jerman, sekaligus menjaga semangat kompetitif tim-tim kecil.
Baca Juga
Selanjutnya Apa? Agenda Timnas Indonesia Setelah Gagal ke Piala Dunia 2026
Pertemuan para sekretaris jenderal dari 55 asosiasi sepak bola anggota UEFA di Malaga disebut menjadi ajang pembahasan awal gagasan ini. Mereka juga mendengarkan usulan integrasi lebih mendalam antara Nations League dan Kualifikasi Piala Dunia serta Piala Eroa, model yang telah lebih dulu diterapkan pada sepak bola wanita sejak 2023.
Saat ini, sistem kualifikasi zona Eropa masih menggunakan format grup berisi empat atau lima tim yang saling berhadapan dua kali. Meski efisien, sistem tersebut sering dinilai monoton karena kerap menampilkan laga antara tim besar melawan tim lemah yang hasilnya mudah ditebak.
Sebaliknya, Nations League justru terbukti mampu meningkatkan atensi publik dan pendapatan sponsor. Tai, jika kompetisi itu dijadikan jalur utama menuju turnamen besar, negara kecil dikhawatirkan kehilangan pemasukan dari laga melawan tim besar. Jadi, model Swiss disebut bisa menjadi jalan tengah antara aspek kompetitif dan komersial.
UEFA dikabarkan ingin memaksimalkan nilai ekonomi serta keterlibatan penggemar dari setiap laga internasional. Selain menentukan kelolosan, pertandingan kualifikasi juga diharapkan bisa menjaga engagement sepak bola antarnegara sepanjang tahun. Apalagi, jeda internasional di tengah musim klub kerap dianggap mengganggu ritme kompetisi domestik dan UEFA bertekad mengubah pandangan tersebut.
Baca Juga
Nasib Patrick Kluivert Akan Ditentukan Exco PSSI Dalam Waktu Dekat
🚨 All groups of the European qualifiers for the 2026 World Cup are set now!
— Football Rankings (@FootRankings) March 23, 2025
🏆 Group winners directly to the 2026 World Cup!
📈 Runners-up into the Qualifying Play-offs! pic.twitter.com/Ap6ZdUTa0K

