Franco Morbidelli Akui Ada Tekanan Ekstra Jelang MotoGP Mandalika
Poin Penting
|
MATARAM, investortrust.id – Franco Morbidelli mengakui dirinya merasakan tekanan lebih besar jelang MotoGP Mandalika. Hal itu tak lepas dari status timnya, VR46 Racing, yang didukung sponsor utama Pertamina dan dianggap menjalani balapan “kandang kedua” di Mandalika.
Morbidelli baru bergabung dengan VR46 pada musim ini, sehingga Mandalika menjadi pengalaman pertamanya membalap di Indonesia bersama tim asal Tavullia tersebut. Sebelumnya, dia sudah merasakan atmosfer serupa ketika tampil di Mugello dan Misano, dua balapan kandang di Italia.
“Jelas rasanya seperti home GP juga di Mandalika,” ujar Morbidelli dalam konferensi pers sebelum perlombaan, dilansir Crash.net.
Baca Juga
Pemulihan Cedera di Spanyol, Jorge Martin Absen di MotoGP Mandalika
“Kami baru saja dari Jakarta, bertemu banyak orang dari Pertamina, mengikuti rangkaian PR dengan fans Indonesia, dan bisa merasakan betapa besarnya antusiasme pada tim ini. Jadi ada tekanan ekstra di akhir pekan ini. Saya dan Diggia (Fabio di Giannantonio) akan berusaha membawa Ducati kuning kami sejauh mungkin ke depan,” tambah Morbidelli.
Musim 2025 sendiri berjalan cukup solid bagi Morbidelli. Dari 17 seri yang sudah berlangsung, dia berhasil masuk enam besar pada 16 kesempatan baik di sprint maupun balapan utama. Hanya saja raihan podium masih terbilang minim, hanya lima kali.
“Musim ini cukup stabil, hampir selalu finish di lima atau enam besar. Tapi, target akhir kami adalah podium. Dengan kecepatan dan konsistensi yang kami punya, kami merasa bisa lebih dari itu. Ini musim pertama saya bersama tim, awalnya bagus, tapi kami ingin lebih,” kata Morbidelli.
Mandalika juga meninggalkan kenangan manis baginya tahun lalu. Morbidelli tampil cepat sepanjang akhir pekan, bahkan sempat bertarung memperebutkan podium, sebelum akhirnya dikalahkan Francesco Bagnaia di lap-lap terakhir dan finish keempat.
“Setiap tahun ceritanya berbeda. Tapi, tahun lalu Mandalika salah satu GP terbaik saya. Saya sempat jatuh di kualifikasi dan start dari posisi sembilan. Tapi, bisa bertarung di podium sampai akhir. Sayangnya, Pecco (Bagnaia) lebih kuat di lap terakhir,” beber Morbidelli.
“Tahun ini kami datang dengan ritme bagus, konsisten di lima besar, dan tentu ingin melangkah lebih tinggi. Mari lihat apa yang bisa kami lakukan,” tutup Morbidelli.
Baca Juga
Sowan Presiden Prabowo, Marc Marquez Siap Menikmati MotoGP Mandalika
"Last year's GP was one of the best for me" 🎙️ Franco Morbidelli
— MotoGP™🏁 (@MotoGP) October 2, 2025
Could Franky be on the podium this time around? 🤔#IndonesianGP 🇮🇩 pic.twitter.com/kTVJDhtOeX

