Jadi Korban Rasialisme, Mathys Tel Tegaskan Tidak Gentar
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id – Tottenham Hotspur menegaskan dukungan penuh kepada Mathys Tel setelah mendapat serangan rasialis di media sosial seusai gagal mengeksekusi penalti pada Piala Super Eropa melawan Paris Saint-Germain (PSG).
Mathys Tel baru berusia 20 tahun. Tapi, dia sudah menjadi investasi besar bagi Spurs. Klub asal London Utara itu mengeluarkan £30 juta (Rp600 miliar) untuk merekrutnya secara permanen dari Bayern Muenchen pada Juni lalu, setelah sebelumnya tampil meyakinkan saat masa pinjaman.
Besarnya biaya yang dikeluarkan Tottenham menegaskan keyakinan mereka terhadap Mathys Tel sebagai salah satu aset jangka panjang di lini depan. Kendati gagal membawa Spurs meraih trofi Super Cup musim ini, ekspektasi finansial dan teknis tetap diarahkan kepadanya.
Baca Juga
Dalam unggahan di Instagram pribadinya, Mathys Tel menegaskan tidak akan terpengaruh serangan rasis tersebut. Dia memastikan akan tetap bermain seperti biasa dan bahkan lebih bersemangat lagi untuk membawa Tottenham meraih piala.
“Rasialisme tidak punya tempat di masyarakat kita. Semua ini tidak akan menjatuhkan saya. Dengan kerja keras dan kerendahan hati, rasa hormat akan datang dengan sendirinya,” tulis penyerang Prancis itu.
Tottenham sendiri menyebut perilaku rasis terhadap Tel sebagai sesuatu yang “jijik” dan menyerukan agar media sosial menjadi ruang aman. Dari sisi bisnis, melindungi aset senilai Rp600 miliar seperti Mathys Tel menjadi krusial. Sebab, karier jangka panjangnya bisa berpengaruh besar pada nilai komersial klub.
Baca Juga
Negosiasi Transfer Gianluigi Donnarumma Mengerucut pada Nominal
We are disgusted at the racial abuse that Mathys Tel has received on social media following last night’s UEFA Super Cup defeat.
— Tottenham Hotspur (@SpursOfficial) August 14, 2025
Mathys showed bravery and courage to step forward and take a penalty, yet those who abuse him are nothing but cowards - hiding behind anonymous… pic.twitter.com/rOF1WYeos4

