Catat! Inilah 12 Aturan Baru Liga Premier Musim 2025/2026
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id – Liga Premier resmi memberlakukan sejumlah aturan baru mulai musim 2025/2026. Kebijakan ini mengacu pada pembaruan Laws of the Game dari Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) dan dirancang untuk meningkatkan sportivitas, menjaga tempo permainan, serta melindungi ofisial pertandingan.
Perubahan terbesar terlihat pada pembatasan perilaku protes pemain kepada wasit. Mulai musim ini, pemain hanya diberi waktu maksimal enam detik untuk menyampaikan keberatan atas keputusan wasit. Melebihi batas tersebut, aksi protes akan dianggap pelanggaran dan berpotensi berujung kartu kuning.
Selain itu, hanya kapten tim yang berhak berbicara langsung kepada wasit terkait keputusan di lapangan, kecuali dalam kasus tertentu seperti masalah keselamatan pemain. Kebijakan ini diharapkan dapat menghindari situasi di mana banyak pemain mengerumuni wasit secara bersamaan.
Baca Juga
“Tujuannya adalah memastikan interaksi dengan wasit berlangsung cepat, sopan, dan tidak mengganggu jalannya pertandingan,” tulis Liga Premier.
Berikut perubahan aturan dan prinsip Liga Premier 2025/2026
1. Hanya kapten yang boleh protes. Interaksi dengan wasit hanya melalui kapten tim atau pemain pengganti kapten bila kapten adalah kiper.
2. Batas waktu 8 detik. Kiper yang memegang bola lebih dari delapan detik akan memberi lawan tendangan sudut; pelanggaran berulang berujung peringatan hingga kartu kuning.
Baca Juga
Arne Slot Puji Mentalitas Pemain Baru Liverpool Florian Wirtz
3. Mulai ulang dropped ball. Bila dihentikan di area penalti, bola dijatuhkan untuk kiper. Sementara di luar area dijatuhkan untuk tim yang berhak menguasai bola.
4. Sentuhan ganda penalti. Sentuhan ganda terjadi secara tidak sengaja, penalti diulang. Sementara bila sentuhan ganda disengaja, lawan mendapat tendangan bebas tidak langsung.
5. Gangguan tak sengaja. Gangguan dari pemain cadangan atau staf yang tidak mempengaruhi jalannya bola hanya berujung tendangan bebas tidak langsung. Gangguan sengaja dikenai kartu merah.
6. Posisi asisten wasit penalti. Asisten wasit tetap di garis samping, VAR memantau pergerakan kiper.
7. Ambang batas tinggi pelanggaran. Tidak semua kontak dianggap pelanggaran, termasuk handball, demi menjaga intensitas permainan.
8. VAR minim intervensi. Keputusan lapangan diutamakan kecuali ada kesalahan jelas. Waktu tunggu VAR turun jadi rata-rata 39 detik.
9. Teknologi offside semi-otomatis (SAOT). Teknologi SAOT digunakan penuh musim ini, mempercepat pengecekan off-side.
10. Transparansi VAR di stadion. Keputusan VAR diumumkan via pengeras suara, gol dianulir ditampilkan dengan bukti visual.
11. Pengurangan wasting time. Wasit lebih tegas menindak taktik membuang waktu.
12. Fokus pada pelanggaran khusus. Termasuk menahan lawan (holding), aksi menipu wasit (diving, berpura-pura cedera dan lain-lain) serta prosedur cedera kepala dengan pemeriksaan minimal 30 detik di luar lapangan.
Baca Juga
Dicemooh Suporter Juventus, Dusan Vlahovic Dibela Igor Tudor
Ready for the new season. 👕🚀 pic.twitter.com/H6WTUqeHAA
— Premier League (@premierleague) August 14, 2025

