Kontrak Sponsorship Barcelona dengan Republik Demokratik Kongo Banjir Kritik
Poin Penting
|
BARCELONA, investortrust.id – Kerja sama sponsorship Barcelona dengan pemerintah Republik Demokratik Kongo (RDK) senilai €44 juta (Rp834 miliar) untuk empat tahun menuai banjir kritik.
Barcelona menuai kontroversi setelah menyepakati perjanjian bisnis dengan salah satu negara Afrika. Rencananya, Barcelona akan menampilkan slogan “DRC, The Heart of Africa” di lengan jersey. Itu sebagai bagian dari kampanye pariwisata negara Afrika Tengah itu.
Kesepakatan sponsorship besar ini memicu perdebatan etis. Pasalnya, Kongo bukan negara kaya seperti Arab Saudi, Qatar, atau Uni Emirat Arab (UEA). Selain masih dalam perang saudara di tengah dan timur Kongo, sebagian besar dana negara tersebut masih bergantung pada bantuan luar negeri.
Baca Juga
Real Madrid Obral Harga Rodrygo: Dari Rp1,8 Triliun Jadi Rp1,5 Triliun!
Situasi itu membuat beberapa pihak melontarkan kritik pedas. Contohnya, Menteri Kerjasama Pembangunan Internasional dan Perdagangan Luar Negeri Swedia Benjamin Dousa.
🚨 OFFICIAL: Barcelona sign a €44M deal to promote tourism in the Democratic Republic of Congo
— Managing Barça (@ManagingBarca) July 30, 2025
“DRC, the heart of Africa” will appear on their shirt sleeves for the next 4 years — a big boost for Barça’s FFP situation. 🔵🔴💰 pic.twitter.com/1dGsQ7A7dD
Kekhawatiran Swedia berangkat dari kondisi Kongo yang masih tergolong negara tertinggal, dengan 73% penduduk hidup di bawah garis kemiskinan dan peringkat ke-163 dari 180 negara dalam indeks korupsi global.
Tanpa ragu, Benjamin Dousa mempertanyakan sumber pendanaan Kongo untuk kesepakatan ini. Dia menilai ada risiko dana bantuan internasional, termasuk dari Swedia, ikut mengalir ke Barcelona. Padahal, dana itu seharusnya digunakan untuk pembangunan negara.
Fakta menunjukkan, dalam empat tahun terakhir, Swedia telah menyalurkan bantuan sekitar €300 juta (Rp5,68 triliun) ke Kongo untuk program pengentasan kelaparan, pengadaan obat-obatan, dan pendidikan.
“Tidak satu sen pun dari uang Swedia boleh dibelanjakan untuk prioritas seperti ini. Bantuan kami seharusnya digunakan untuk paket makanan, vaksin, dan buku,” kata Benjamin Dousa, dilansir Football Espana.
“Ini tidak masuk akal. Bagaimana mungkin mereka memberikan uang yang kami kirimkan untuk membiayai klub sepak bola. Kami menginginkan penjelasan karena ini tidak benar,” tutup Benjamin Dousa.
Baca Juga
Resmi Latih Ulsan Hyundai, Shin Tae-yong Tertarik Datangkan Pemain Indonesia?
FC Barcelona and the Government of the Democratic Republic of Congo @MinSport_Loisir partner to promote culture and innovation in sports in the African country.
— FC Barcelona (@FCBarcelona) July 30, 2025

