Sial! Kisah 5 Polisi Dituduh Korupsi Setelah Terima Bonus Rp3,3 Miliar dari Kylian Mbappe
Poin Penting
|
PARIS, investortrust.id – Kebaikan hati Kylian Mbappe kepada lima polisi yang mengawal dirinya selama Piala Dunia 2022 berujung investigasi kasus korupsi. Akibat menerima bonus €180.300 (Rp3,3 miliar), sejumlah petugas pengawal megabintang Real Madrid itu diperiksa otoritas hukum Prancis.
Kisah aneh ini dimulai selama Piala Dunia 2022 di Qatar. Saat itu, Pemerintah Prancis memerintahkan lima personel Polisi Nasional Prancis (PNF) untuk mengawal skuad nasional selama berada di Doha.
Petugas yang sama kemudian juga ditugaskan mengawal Kylian Mbappe dalam kunjungan ke Kamerun dan sejumlah tempat untuk kepentingan pribadi. Dan, sebagai bentuk ucapan terima kasih serta penghargaan Kylian Mbappe kepada petugas-petugas tersebut, uang hadiah diberikan.
Baca Juga
Thom Haye Tak Sabar Hadapi Arab Saudi dan Irak di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Laporan Le Canard Enchaine menyebut, Kylian Mbappe menyerahkan uang bonusnya kepada lima anggota tersebut. Empat petugas menerima masing-masing €30.000 (Rp550 juta). Sedangkan satu komandan mereka mendapat €60.300 (Rp1,1 miliar).
Ini hal biasa bagi keluarga Kylian Mbappe. Sebab, selama ini dia dikenal kerap menyumbangkan bonus tim nasionalnya untuk tujuan sosial. Sebut saja setelah juara Piala Dunia 2018, dia menyumbang ke sebuah yayasan amal bernama Premiers de Cordee dan beberapa petugas keamanan yang mengawalnya di Rusia.
Namun, pemberian donasi personal kepada lima petugas Piala Dunia 2022 ternyata memunculkan masalah. Lembaga pengawas keuangan Prancis, Tracfin, mencurigai adanya potensi pelanggaran administratif dan pajak. Sebab, transaksi dilakukan dari rekening bank Kylian Mbappe di Monaco dan disertai surat pernyataan pribadi yang ditandatangani langsung sang pemain.
Kementerian Dalam Negeri Prancis melalui Inspektorat Jenderal Kepolisian Nasional (IGPN) telah meluncurkan investigasi internal. Jaksa Penuntut Umum Prancis juga mulai mengkaji apakah para petugas tersebut telah melaporkan hadiah besar itu sesuai aturan perpajakan atau tidak.
Atas masalah itu, Kylian Mbappe memberikan klarifikasi. “Semua dilakukan sesuai prosedur. Ini hanya bentuk terima kasih pribadi, tidak lebih, tidak ada maksud lain,” ujar perwakilan Kylian Mbappe dalam pernyataan resminya.
Hingga kini, fokus penyelidikan lebih diarahkan pada kelengkapan pajak dan pernyataan keuangan para penerima dana. Sebab, mereka adalah petugas negara yang berdasarkan hukum Prancis dilarang menerima hadiah saat menjalankan tugas.
Baca Juga
Pelatih Fenerbahce Jose Mourinho Mengaku Ingin Kembali ke Portugal
🚨 Kylian Mbappé allegedly paid €180,000 to five police officers assigned to protecting the France team in 2023. 🤯💰
— Transfer News Live (@DeadlineDayLive) July 16, 2025
The officers are now under investigation by the IGPN. ⚖️
(Source: @RMCsport) pic.twitter.com/cUwTFvRHD7

