Buah Jatuh Tak Jauh dari Pohonnya, Davide Ancelotti Ikuti Jejak Sang Ayah Jadi Pelatih
Poin Penting
|
RIO DE JANEIRO, investortrust.id – Davide Ancelotti akhirnya mengambil langkah besar dalam karier kepelatihannya. Putra Carlo Ancelotti itu resmi menjadi pelatih Botafogo di Brasil. Ini menandai debutnya sebagai nakhoda utama sebuah tim profesional setelah lebih dari satu dekade menjadi asisten ayahnya di berbagai klub besar Eropa.
Botafogo merupakan juara bertahan Campionato Brasileirao Serie A sekaligus Copa Libertadores 2024. Mereka baru saja menunjuk Davide Ancelotti menggantikan Renato Paiva yang didepak, meski membawa klub ke puncak kejayaan musim lalu.
Baru menginjak usia 35 tahun, Davide Ancelotti telah menandatangani kontrak dan dijadwalkan mendarat di Rio de Janeiro dalam beberapa hari mendatang. Ini menjadi pengalaman pertamanya melatih tanpa kehadiran Carlo Ancelotti setelah selama 13 tahun berkarier.
Baca Juga
Gagal di Piala Emas, Mauricio Pochettino Minta Amerika Serikat Bangkit di Piala Dunia
Sejumlah klub Eropa sebelumnya sempat mendekati asisten Carlo Ancelotti di Paris Saint-Germain, Bayern Muenchen, Napoli, Everton, hingga Real Madrid itu. Sebut saja Everton, Stade de Reims, Parma, Como, hingga Glasgow Rangers.
Namun, semua negosiasi tersebut tak berbuah konkret. Pasalnya, Davide Ancelotti lebih memilih Brasil sebagai destinasi awalnya sebagai pelatih mandiri tanpa bantuan sang ayah.
Meski bekerja sendiri, penunjukan Davide Ancelotti menjadi istimewa karena akan membuat dirinya berada dekat dengan Carlo Ancelotti. Saat ini, Carletto merupakan pelatih tim nasional Brasil hingga Piala Dunia 2026.
Di Valdebebas, markas latihan Real Madrid, Davide Ancelotti dikenal sebagai sosok pekerja keras, penuh perhatian terhadap detail, serta memiliki hubungan kuat dengan para pemain. Dia juga dipuji dalam keberhasilan Real Madrid menjuarai Liga Champions 2023/2024. Saat itu, banyak pemain menyebut kontribusinya sangat penting.
Lahir di Parma, 22 Juli 1989, Davide Ancelotti awalnya juga menjadi pemain profesional seperti Carlo Ancelotti. Dididik di akademi AC Milan, Davide Ancelotti tidak memiliki karier yang sebagus ayahnya. Dia gagal masuk tim utama I Rossoneri dan hanya bergabung dengan klub Serie D Borgomanero.
Sadar karier sebagai gelandang tidak memiliki masa depan, Davide Ancelotti pensiun di usia 20 tahun. Kemudian, mengambil kursus dan lisesinsi kepelatihan secara bertahap hingga memperoleh sertifikat UEFA A dan UEFA Pro.
Davide Ancelotti mulai membantu Carlo Ancelotti pada 2012 saat ditunjuk sebagai pelatih fisik PSG. Lalu, berlanjut di Bayern Muenchen (2016–2017), Napoli (2018–2019), Everton (2019–2021), Real Madrid (2021–2025), dan Brasil (2025).
Mirip dengan Carlo Ancelotti, Davide Ancelotti juga sosok yang tenang di pinggir lapangan. Setelah bekerja sebagai pelatih kebugaran, dia sering memimpin pemanasan sebelum pertandingan. Dia juga sering saling bertukar ide dengan Carlo Ancelotti, dan terkadang muncul perdebatan sengit soal taktik maupun strategi.
Baca Juga
Reuni dengan Thiago Silva di Semifinal Piala Dunia Antarklub, Marc Cucurella Antusias
🤍🖤🇧🇷 Davide Ancelotti has agreed to become new head coach at Botafogo, here we go!
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) July 7, 2025
Ancelotti takes first job of his career as @geglobo reports after being Carlo’s right hand at Real Madrid in recent years.
After being close to Rangers, Davide Ancelotti starts career at Fogão. pic.twitter.com/wEuKNBewT5

