Profil Public Investment Fund, Dana Investasi Arab Saudi Dibalik Piala Dunia Antarklub
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Sepinya penonton dan diskon besar-besaran harga tiket pertandingan Piala Dunia Antarklub 2025 tidak membuat FIFA cemas dengan keuntungan finansial yang didapatkan. Sebab, dibalik hajatan ini ada dana investasi Arab Saudi, Public Investment Fund (PIF).
Piala Dunia Antarklub segera menggelar semifinal. Chelsea akan menghadapi Fluminense dan Real Madrid bertemu Paris Saint-Germain (PSG).
Normalnya, dalam turnamen besar level dunia, stadion akan dibanjiri penonton. Tapi, yang terjadi pada Piala Dunia Antarklub kali ini berbeda. Minimnya animo membuat FIFA terpaksa menurunkan harga tiket pertandingan. Bahkan, harga menonton Chelsea vs Fluminense sekarang lebih murah dari sekaleng bir di stadion.
Dengan kondisi seperti ini, muncul pertanyaan dari mana FIFA mendapatkan keuntungan? Selain stasiun televisi DANZ, lembaga pimpinan Gianni Infantino dapat mengambil profit dari Public Investment Fund (PIF).
“Kami sangat senang menyambut PIF sebagai mitra Piala Dunia Antarklub. Bersama-sama, kami berharap dapat menyelenggarakan turnamen bersejarah yang menginspirasi dan menyatukan penggemar dari seluruh dunia,” kata Chief Business Officer FIFA Romy Gai di situs resmi FIFA, beberapa waktu lalu.
“Dukungan mereka (PIF) terhadap turnamen ini tidak hanya akan menjadi bagian penting dari keberhasilannya, tetapi juga akan mendukung investasi dalam mendukung pengembangan sepak bola antarklub di mana pun,” tambah Romy Gai.
Baca Juga
Catat! Jadwal Piala AFF U-23 2025, Timnas U-23 Indonesia di Grup A
Memiliki Total Aset Rp15.096 triliun pada 2025
Keterlibatan PIF di Piala Dunia Antarklub tidak mengherankan. Dalam beberapa tahun ini, mereka sangat agresif merambah bisnis sepak bola. Mulai dari mendanai Liga Profesional Arab Saudi hingga menjadi pemilik Newcastle United.
PIF adalah dana investasi publik milik Arab Saudi. Mereka merupakan salah satu dana kekayaan negara terbesar di dunia dengan total aset yang diperkirakan mencapai US$925 miliar (Rp15.096 triliun).
PIF didirikan pada 1971 untuk tujuan menginvestasikan dana atas nama Pemerintah Arab Saudi. PIFlangsung dikendalikan oleh Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Mohammed bin Salman, penguasa de facto Arab Saudi sejak 2015.Dan, lebih dari 60% aktivitas PIF ini berada di Arab Saudi.
Dalam memperkuat portofolio kekayaan negara, PIF kembali mengakuisisi 4% saham Saudi Aramco pada 2023. Langkah ini menjadi pengulangan dari aksi serupa yang dilakukan PIF pada 2022, sebagai bagian dari strategi besar untuk meningkatkan total aset kelolaan menjadi lebih dari US$1 triliun (sekitar Rp16.392 triliun) pada 2025.
Nilai kepemilikan saham 4% Aramco yang dialihkan ke PIF pada 2023 ditaksir mencapai US$78 miliar atau sekitar Rp1.278 triliun. Itu menjadikannya salah satu transaksi saham energi terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Tak hanya dari sisi finansial, tata kelola PIF juga menunjukkan perbaikan. Laporan 2021 dari Global SWF mencatat skor Tata Kelola, Keberlanjutan, dan Ketahanan (GSR) PIF naik sebesar 12% menjadi 40% dari total skor maksimum 100%. Peningkatan ini didorong oleh inisiatif membentuk tim khusus ESG (Environmental, Social, and Governance) untuk menangani isu keberlanjutan dalam pengambilan keputusan investasi.
Selama periode 2018 hingga 2022, dana tersebut mencatatkan tingkat pengembalian investasi tahunan rata-rata sebesar 8%. Angka ini cukup kompetitif di tengah ketidakpastian pasar global, dan menjadi sinyal bahwa strategi jangka panjang PIF mulai menunjukkan hasil konkret.
Baca Juga
Psywar Dimulai! PSG Minta Ballon d’Or Diberikan kepada Ousmane Dembele
Mengubah Newcastle United Jadi Klub Liga Champions
Di sepak bola, aksi PIF yang paling banyak dibicarakan adalah mengambilalih Newcastle United pada 7 Oktober 2021. Saat itu, konsorsium yang dipimpin PIF menyelesaikan akuisisi senilai £300 juta (Rp6,3 triliun) setelah melewati serangkaian hambatan hukum dan regulasi selama lebih dari satu tahun.
Konsorsium tersebut terdiri atas tiga pihak utama, yaitu PIF sebagai pemodal utama dengan saham 80%, PCP Capital Partners milik Amanda Staveley dengan 10%, dan Reuben Brothers yang juga menguasai 10%.
Proses akuisisi yang dimulai sejak April 2020 ini sempat diblokir oleh Liga Premier karena kekhawatiran soal pengaruh langsung pemerintah Arab Saudi terhadap operasional klub. Isu hak siar dan dugaan pelanggaran hak cipta oleh BeoutQ, platform yang diduga didukung oleh otoritas Arab Saudi, juga menjadi kendala utama.
Namun, Liga Premier akhirnya memberikan lampu hijau setelah menerima jaminan hukum bahwa Kerajaan Arab Saudi tidak akan mengendalikan klub secara langsung. Akuisisi ini langsung mengubah wajah Newcastle United.
Dengan suntikan modal dari PIF, The Magpies bergerak cepat dalam memperkuat skuad dan infrastruktur. Mereka finish di posisi keempat Liga Premier 2022/2023 sehingga tampil di Liga Champions 2023/2024. Kemudian, pada 2024/2025, The Magpies menjuarai Carabao Cup.
“PIF berada di garis depan dalam mengembangkan sepak bola di seluruh dunia setelah kemitraan Concacaf yang kami umumkan tahun lalu dan investasi berkelanjutan kami dalam sepak bola. Kami membuka peluang untuk mendorong pertumbuhan olahraga di seluruh dunia,” ungkap Head of Corporate Brand PIF Mohammed Al Sayyad.
Baca Juga
Digaji Rp354 miliar, Theo Hernandez Pertimbangkan Gabung Al Hilal
Breaking: Saudi Arabia’s Public Investment Fund has entered into a long-term partnership with FIFA.
— Ben Jacobs (@JacobsBen) June 5, 2025
It will kick off with PIF serving as a main sponsor of the inaugural Club World Cup.
The longer-term partnership will focus on grassroots development. pic.twitter.com/cdpTjNY5Cq

