Apa yang Terjadi? Utang Rp3,3 Triliun, Klub Legendaris Prancis Lyon Dipaksa Degradasi
LYON, investortrust.id – Klub legendaris Prancis Olympique Lyon tidak terima setelah dipaksa degradasi ke Ligue 2 oleh Direction Nationale du Controle de Gestion (DNCG) atau lembaga pengawas keuangan di Prancis. Apa yang terjadi?
Sebelum era Qatar di Paris Saint-Germain (PSG), Lyon adalah klub bergelimang prestasi. Les Gones merupakan kekuatan dominan di awal milenium dengan memenangkan tujuh gelar Ligue 1 berturut-turut pada 2001/2002 hingga 2007/2008, lima Coupe de France, delapan Trophee des Champions, dan satu Coupe de La Ligue.
Lyon era itu merupakan pesaing tetap di Liga Champions. Mereka terbiasa bermain hingga perempat final, atau bahkan semifinal, di kompetisi sepak bola antarklub Eropa.
Baca Juga
Xabi Alonso Puji Performa Federico Valverde di Piala Dunia Antarklub 2025
Lyon juga dikenal sebagai rumah orang-orang hebat. Karim Benzema misalnya, memulai karier sejak junior di Lyon sebelum sukses di Real Madrid. Ada lagi nama-nama hebat macam Hugo Lloris, Juninho Pernambucano, Sonny Anderson, Alexandre Lacazette, hingga Lisandro Lopez.
Secara bisnis, Lyon juga sebuah perusahaan yang sehat dan menguntungkan. Itu dimulai ketika pengusaha Jean-Michel Aulas (JMA) datang pada 1987. Dia melakukan restrukturisasi, membayar semua utang, dan menjadikan Lyon perusahaan terbuka (Tbk).
Pada April 2008, majalah bisnis Forbes menempatkan Lyon sebagai tim sepak bola paling berharga ke-13 di dunia dengan valuasi US$408 juta (Rp6,8 triliun). Setahun kemudian, Lyon berada di posisi ke-12 dalam Deloitte Football Money League dengan pendapatan tahunan €155,7 juta (Rp2,9 triliiun).
Namun, itu telah menjadi sejarah. Sejak Qatar datang ke Prancis dan mengubah PSG, Lyon kehilangan magisnya. Dimulai ketika JMA tidak lagi bersemangat mengelola Lyon. Pada 2016, sebuah dana ekuitas swasta China mengakuisisi 20% saham Lyon. Dana tersebut dikelola oleh IDG Capital Partners.
Selanjutnya, pada akhir 2022, pengusaha Amerika Serikat John Textor membeli 77,49% saham Lyon menggunakan bendera Eagle Football Group. Ini adalah grup yang sama yang menguasai Botafogo dan Crystal Palace.
Sayangnya dibawah kendali John Textor, Lyon gagal menemukan kejayaannya lagi. Di lapangan, mereka tidak pernah juara Ligue 1. Di atas meja, Lyon menumpuk utang yang sangat besar. Mereka terjerah utang hingga €175 juta (Rp3,3 triliun).
Hukuman kepada Lyon sebenarnya sudah diberikan sejak November 2024. Tapi, Les Gones diberi waktu untuk memperbaiki kondisi keuangan. Tapi, utang yang menjerat ternyata gagal dibayarkan hingga wktu yang ditentukan.
Lyon sudah melakukan segala cara. Sebut saja John Textor yang menjual saham Crystal Palace. Kemudian, melepas Rayan Cherki ke Manchester City dengan harga lumayan. Tapi, semua sia-sia karena DNCG tetap menghukum Lyon turun kasta ke Ligue 2.
Baca Juga
🚨 OFFICIAL: Olympique Lyon have been relegated to Ligue 2.
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) June 24, 2025
The club has the possibility to appeal the decision. pic.twitter.com/T4UKbqYQBV
Tidak Terima, Lyon Ajukan Keberatan dan Banding
Lyon memastikan banding. Sebab, hukuman ini berarti Lyon akan bermain di kasta kedua Prancis untuk pertama kalinya sejak 1989. Posisi mereka musim depan digantikan Stade de Reims.
“Kami mengakui keputusan yang tidak masuk akal yang dijatuhkan DNCG dan mengonfirmasi kami akan mengajukan banding. Selama beberapa bulan terakhir, kami telah bekerja sama erat dengan DNCG, memenuhi semua tuntutannya dengan investasi ekuitas yang melebihi jumlah yang diminta,” tulis Lyon dalam pernyataan resminya.
“Berkat kontribusi ekuitas dari para pemegang saham kami dan penjualan Crystal Palace, posisi kas kami telah meningkat secara signifikan, dan kami memiliki sumber daya yang lebih dari cukup untuk musim 2025/2026,” lanjutb pernyataan itu.
“Dengan dana yang terbukti dan keberhasilan olahraga yang telah memberi kami tempat di kompetisi Eropa dua tahun berturut-turut, kami tidak mengerti bagaimana keputusan administratif dapat mendegradasi klub Prancis sebesar ini,” beber Lyon.
“Kami akan mengajukan banding untuk menunjukkan kemampuan kami dalam menyediakan sumber daya keuangan yang diperlukan guna memastikan keberadaan klub kami yang berkelanjutan di Ligue 1,” tutup Lyon.
Baca Juga
Ganti Andre Onana, Manchester United Incar Kiper Seharga Rp947 Miliar
L'Olympique Lyonnais prend acte de la décision incompréhensible rendue par la DNCG ce soir et confirme qu'il fera immédiatement appel
— Olympique Lyonnais (@OL) June 24, 2025
🗞 Le communiqué 👇

