Akhirnya Batal Degradasi ke Serie C, Kisah Roller Coaster ala Sampdoria
SALERNO, investortrust.id – Perjalanan Sampdoria di kompetisi musim ini ibarat naik roller coaster. Naik-turun, melikuk-liuk dengan kecepatan ekstrim, dan deg-degan sepanjang Serie B 2024/2025, I Blucerchiati akhirnya selama dari degradasi ke Serie C.
Pada sebuah masa, Sampdoria pernah dikenal sebagai klub besar Eropa. Di era keluarga Mantovani berkuasa, mereka adalah klub yang bertabur bintang dengan prestasi yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Dilatih Vujadin Boskov, Sampdoria mempekerjakan orang-orang legendaris macam Gianluca Pagliuca, Gianluca Vialli, Roberto Mancini, Toninho Cerezo, Pietro Vierchowod, hingga Attilio Lombardo. Ada lagi Ruud Gullit, Juan Sebastian Veron, Ariel Ortega, Clarence Seedorf, dan Christian Karembeu.
Baca Juga
Manchester City Pesta 6 Gol di Piala Dunia Antarklub, Pep Guardiola Puji 2 Pemain ini
Pada 1980, 1990, hingga 2000-an, Sampdoria memenangkan satu Scudetto, empat Coppa Italia, satu Supercoppa Italiana, satu Piala Winners, dan sekali menjadi runner-up Liga Champions.
Tapi, era kejayaan Sampdoria perlahan pudar. Perkembangan zaman dan industrialisasi sepak bola yang gencar membuat Sampdoria menurun. Mereka turun-naik dari Serie A ke Serie B beberapa kali. Bahkan, musim 2024/2025, I Blucerchiati seharusnya terdegradasi ke Serie C untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Namun, dewi fortuna berpihak kepada Sampdoria. Skandal keuangan yang menimpa Brescia menyelamatkan Sampdoria. Akibat skandal itu, Brescia dikurangi 4 poin dan dipastikan turun kasta. Sementara Sampdoria yang tadinya terjun bebas mendapatkan kesempatan kedua menjalani play-off melawan Salernitana.
Tension & chaos in stands amid Salernitana’s Serie B playoff v Sampdoria.
— Sacha Pisani (@Sachk0) June 22, 2025
It was suspended after 65 mins with Samp leading 2-0 on night (4-0 agg) as chairs were thrown onto field.
Salernitana set for relegation to Serie C, with Samp to stay in 2nd tier.pic.twitter.com/u4lQ7Glu8e
Saat pengumuman itu, para pemain Sampdoria telah bersiap liburan musim panas atau mencari klub baru bagi yang kontraknya habis pada 30 Juni 2026. Tapi, demi kesempatan terakhir bertahan di Serie A, semua personel tim kembali ke lapangan latihan untuk mempersiapkan pertandingan melawan Salernitana dalam waktu singkat.
Play-off berlangsung dalam dua leg. Leg pertama digelar di Stadio Luigi Ferraris, Genoa, Senin (16/6/2025) dini hari WIB. Hasilnya, I Blucerchiati menang 2-0.
Sementara leg kedua berlangsung di Stadio Arechi, Senin (23/6/2025) dini hari WIB. Hasilnya, Sampdoria kembali menang 2-0 sampai menit ke-65 ketika Ultras Salernitana menghujani lapangan dengan flare, bom asap, kembang api, dan berbagai benda berbahaya lainnya.
Wasit yang memimpin pertandingan, Daniele Doveri, langsung menghentikan pertandingan. Kemudian, keputusan diambil Salernita dinyatakan kalah, dan itu berarti Sampdoria bertahan di Serie B.
“Misi telah selesai. Terima kasih untuk anak-anak, terima kasih untuk suporter. Terima kasih untuk semuanya yang selalu mendukung dan percaya pada perjuangan kami. Ini luar biasa dan sampai bertemu musim depan,” kata Pelatih Sampdoria Alberico Evani, di situs resmi klub.
Baca Juga
Nyaris Bikin Hattrick di Piala Dunia Antarklub, Kenan Yildiz Banjir Pujian
#SalernitanaSampdoria sospesa!
— Calcio In Pillole (@CalcioPillole) June 22, 2025
La #Salernitana è in #seriec ma i tifosi della curva granata non ci stanno.
Bottiglie e sediolini in campo, interviene la polizia: è caos a Salerno.
📹 @NicolaRaiano #calcioinoillole pic.twitter.com/MF2JozCIj1

