Punya Pemasukan Rp15,7 Triliun, Inilah 3 Sumber Dana Utama Manchester City
MANCHESTER, investortrust.id – Manchester City mendapatkan pemasukan €838 juta (Rp15,7 triliun) tahun lalu. Angka itu naik €826 juta (Rp15,5 triliun) dari tahun sebelumnya dan selalu naik dalam empat tahun terakhir.
Manchester City baru saja kehilangan gelar Liga Premier. Tapi, bukan berarti klub milik City Football Group itu kehilangan kekuatan finansialnya. Sejak menguasai mayoritas saham The Citizens pada 2008, perusahaan asal Abu Dhabi itu terus menancapkan kukunya di sepak bola.
City Football Group Limited (CFG) adalah perusahaan induk Manchester City. Grup ini dimiliki oleh tiga organisasi, yang 81% sahamnya dimiliki oleh Abu Dhabi United Group, 18% oleh perusahaan Amerika Silver Lake, dan 1% oleh perusahaan-perusahaan China Media Capital serta CITIC Capital.
Baca Juga
Kirimkan Jersey ke Donald Trump, Cristiano Ronaldo Beri Pesan Perdamaian
Abu Dhabi United Group dimiliki oleh Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan. Dia adalah anggota keluarga Kerajaan Abu Dhabi sekaligus Wakil Presiden Uni Emirat Arab (UEA).
Selain menguasai Manchester City, City Football Group juga memiliki saham di klub-klub di Amerika Serikat, Australia, India, Jepang, Spanyol, Brasil, Uruguay, China, Belgia, Prancis, Italia, hingga Turki.
Klub-klub selain The Citizens yang berada di bawah naungan City Football Group antara lain Melbourne City (100%), Mumbai City (65%), New York City (80%), Montevideo City Torque (100%), Troyes (100%), Lommel (99%), Girona (47%), Shenzhen Peng City (47%), Yokohama F. Marinos (20%), Palermo (94.94%), hingga Bahia (90%). Mereka juga punya City Football Academy.
Meski punya banyak klub yang dikelola, Manchester City masih menjadi satu-satunya andalan City Football Group untuk mendulang pundi-pundi kekayaan. Jika ditotal, aset mereka pada 2020 mencapai £1,53 miliar (Rp33,5 triliun).
Berdasarkan laporan Deloitte, pemasukan Manchester City pada 2024 mencapai €838 juta euro (Rp15,7 triliun) atau naik dari €826 juta (Rp15,5 triliun) dari tahun sebelumnya. Jumlah juga selalu naik dalam empat tahun terakhir. Pada 2020, mereka memiliki pendapatan €549 juta (Rp10,3 triliun).
Baca Juga
Rumor Transfer, Napoli Tawar Darwin Nunez di Bawah Rp943 Miliar
Sumber Pemasukan Utama Manchester City
Lalu, dari mana saja sumber dana Manchester City? Deloitte menyebut pemasukan The Citizens datang dari berbagai sektor. Dana dari pemilik dikesampingkan.
Ada tiga komponen utama penyumbang pemasukan untuk Manchester City. Pertama, tiket pertandingan. Jumlahnya tidak terlalu banyak mengingat banyak kursi kosong di Etihad Stadium ketika pertandingan digelar. Dari tiket, The Citizens hanya mendapatkan €88 juta (Rp1,6 triliun).
Pendapatkan kedua yang cukup signifikan datang dari broadcasting. Siaran langsung pertandingan Manchester City ke seluruh dunia telah membuat pemasukan €343 juta (Rp6,4 triliun). Ini adalah siaran pertandingan Liga Premier, Piala FA, Carabao Cup, hingga Liga Champions.
Terakhir, pendapatan Manchester City berasal dari produk komersial. Penjualan jersey, merchandize, dan pernak-pernak resmi klub yang dijual di toko-toko klub maupun melalui online telah menghasilkan €407 juta (Rp7,6 triliun).
Jika dibandingkan dengan klub Eropa lainnya, pemasukan Manchester City hanya kalah dari Real Madrid. Los Blancos memiliki pemasukan sekitar €1,045 miliar (Rp19,6 triliun).
“Kami percaya diri dengan apa yang kami lakukan di klub ini. Kami membangun tim untuk bersaing di level internasional. Kami sudah memenangkan Liga Premier, Liga Champions, Piala Dunia Antarklub. Sekarang, kami hadir di Piala Dunia (Antarklub) format baru. Kami punya target besar,” ujar CEO Manchester City Khaldoon Al Mubarak, di situs klub.
Baca Juga
Cari Pengganti Tijjani Reinjders, AC Milan Hubungi Javi Guerra Dari Valencia
Real Madrid have reclaimed the top spot from Manchester City in the Deloitte Money League.
— Sports Illustrated FC (@SI_FootballClub) January 25, 2024
Surprised by any inclusions in the top 20? 💰 pic.twitter.com/E7YOXQi0da

