Perusahaan Trump Luncurkan Smartphone Rp 8 Jutaan 'Made in USA', Secanggih Apa?
WASHINGTON, Investortrust.id - Trump Organization, entitas bisnis milik Donald Trump, resmi meluncurkan layanan seluler dan ponsel bermerek sendiri bertajuk Trump Mobile, Senin (16/6/2025). Peluncuran ini disertai dengan pengenalan ponsel pintar T1 seharga US$ 499 atau sekitar Rp 8 juta, yang diklaim dirancang dan diproduksi di Amerika Serikat.
Trump Mobile hadir sebagai bagian dari ekspansi bisnis keluarga Trump ke sektor baru, setelah sebelumnya merambah media sosial lewat Truth Social, aset kripto, hingga pencatatan saham DJT. Namun, peluncuran ini memicu kontroversi karena bersinggungan langsung dengan posisi Donald Trump sebagai presiden aktif AS.
“Tak ada yang bisa memungkiri bahwa Presiden Trump melihat jabatan ini sebagai cara untuk menambah kekayaan keluarganya,” kata Profesor hukum dari Harvard, Lawrence Lessig, dikutip dari Reuters, Selasa (17/6/2025).
Dalam pernyataannya, Trump Organization tidak menjelaskan secara gamblang siapa mitra penyedia jaringan di balik layanan ini. Dokumen ketentuan di situs Trump Mobile hanya menyebut layanan ini ditenagai oleh 'Liberty Mobile', operator virtual berbasis jaringan T-Mobile. Minimnya transparansi ini menuai sorotan.
“Belum pernah terjadi sebelumnya nama presiden aktif digunakan dalam layanan komersial berskala nasional yang diatur ketat,” tulis analis Barclays. Mereka menambahkan, kedekatan politik Ketua FCC saat ini dengan pemerintahan Trump membuat industri telekomunikasi menghadapi tekanan regulasi dan politisasi.
Secara produk, ponsel T1 tampil mencolok dengan balutan emas dan branding khas Trump. Meski tampilannya mewah, spesifikasinya bisa dibilang cukup sepadan dengan kelas mid-range.
Ponsel ini mengusung layar OLED 6,78 inci 120Hz, RAM 12GB, dan penyimpanan 256GB yang bisa diperluas. Baterainya 5.000mAh, dan masih terdapat lubang jack audio 3.5mm.
Kamera belakang terdiri dari sensor utama 50MP, serta dua kamera 2MP untuk makro dan kedalaman tanpa kamera ultra-wide maupun lampu flash. Secara strategi, Trump Mobile mencoba mengisi ceruk pasar ponsel dan layanan murah, di tengah lonjakan harga perangkat Apple dan Samsung.
“Ada pasar untuk segmen ini, apalagi dengan nama Trump, pasti menarik perhatian,” ujar manajer portofolio di Zacks Investment Management, Brian Mulberry.
Meski dibayangi isu politik dan keraguan teknis, kehadiran Trump Mobile bisa memicu tekanan harga di pasar seluler dan menambah dinamika baru dalam kompetisi industri telekomunikasi AS.

