Main di Terik Matahari, Piala Dunia Antarklub 2025 Hujan Kritik
PHILADELPHIA, investortrust.id – Para pemain dan pelatih yang berkompetisi di Piala Dunia Antarklub 2025 ramai-ramai mengkritik FIFA. Mereka telah menyatakan kekhawatiran tentang kondisi panas dan terik matahari selama turnamen di Amerika Serikat.
Gelandang Manchester City Tijjani Reijnders mengakui bahwa para pemain waspada terhadap cuaca panas musim panas saat timnya mengawali turnamen menghadapi Maroko di Philadelphia pada pukul 12.00 waktu setempat. Perkiraan suhunya 30 derajat Celcius.
Selama beberapa hari di Negeri Paman Sam, Manchester City berlatih di Boca Raton, Florida, dalam suhu 32 derajat Celcius di tengah teriknya matahari musim panas.
Baca Juga
Banjir Kartu Merah di Piala Dunia Antarklub Saat Benfica Lawan Boca Juniors
“Ini akan sulit. Ada banyak tim bagus di turnamen. Tapi, cuacanya sangat panas. Kami mulai terbiasa dan akan siap untuk pertandingan. Kami menanggapinya dengan sangat serius. Kami ingin memenangkan setiap turnamen yang kami ikuti. Ini tidak ada bedanya,” ujar Tijjanji Reijnders, diansir ESPN.
68' JAMAAAAAL! | What a hit from @JamalMusiala to make it 7-0!
— DAZN Football (@DAZNFootball) June 15, 2025
WATCH Bayern Munich-Auckland City in the @FIFACWC NOW! | June 14 - July 13 | Every Game | Free | https://t.co/i0K4eUtwwb | #FIFACWC #TakeItToTheWorld #BAYAKL pic.twitter.com/vmJS8dnYw1
Tijjani Reijnders bukan satu-satunya pemain yang mengatakan bahwa semua orang di Piala Dunia Antarklub harus melawan panas. Para personel Paris Saint-Germain (PSG) dan Atletico Madrid juga mengeluhkan yang sama. Saat bertemu di Pasadena, suhu udara mencapai 32 derajat Celcius.
“Tidak mungkin. Cuacanya sangat panas. Jari kaki saya sakit, kuku saya sakit. Saya tidak bisa berhenti atau memulai. Pada akhirnya, ini luar biasa. Karena semua orang mengalami hal yang sama,” beber gelandang Atletico Madrid Marcos Llorente.
FIFA telah menerapkan protokol untuk pertandingan Piala Dunia Antarklub di cuaca panas sejak 2014. Tapi, prosedur tersebut hanya mengizinkan water break di setiap babak jika suhu rata-rata lapangan melebihi 32 derajat Celsius.
Jadi, Luis Enrique melontarkan solusi untuk masalah ini. Pelatih PSG mengatakan waktu kick-off di tengah hari harus diubah. “Pertandingan itu jelas dipengaruhi oleh suhu udara. Waktunya memang tepat untuk penggemar Eropa. Tapi, pemain menderita,” katanya.
Baca Juga
Chelsea Awali Piala Dunia Antarklub dengan Kemenangan, Enzo Maresca Puji Pemain
Whoever said Club World Cup tickets weren’t selling are fat liars.
— king kozy ㄣ⃒ (@killkozy) June 16, 2025
80,619 fans, on a hot day at Rose Bowl Stadium, to see two of the biggest clubs in the world face off. This is how we do it in the USA. Record breaking numbers for BOTH clubs. 🙏🏾🔥 #FIFACWC #ClubWorldCup pic.twitter.com/rNoqfmb6Rb

