Kisah Pemain Auckland City Cuti Kerja untuk Dibantai Bayern Muenchen di Piala Dunia Antarklub
CINCINNATI, investortrust.id – Pelatih Auckland City Ivan Vicelich mengaku bangga dengan perjuangan para pemain di Piala Dunia Antarklub 2025. Meski dibantai Bayern Muenchen 10 gol tanpa balas, dia mengapresiasi kinerja seluruh tim. Sebab, kualitasnya klubnya dengan Bayern Muenchen ibarat bumi dan langit.
Auckland City mencatatkan rekor kekalahan terbesar dalam sejarah Piala Dunia Antarklub. Bermain di TQL Stadium, Cincinnati, Minggu (15/6/2025) malam WIB, Auckland City menyerah 0-10 dari klub raksasa Jerman.
Dalam pertandingan itu, Bayern Muenchen sudah unggul 6-0 di paruh pertama. FC Hollywood juga melepaskan total 31 tembakan dengan 17 di antaranya tepat sasaran, serta 10 menjadi gol. Sementara Auckland City hanya punya satu tembakan ke gawang yang dimentahkan Manuel Neuer.
Baca Juga
Mengapa Arab Saudi Bisa Ikut Piala Emas Concacaf? Begini Penjelasannya
Auckland City FC’s captain is a supermarket salesperson pic.twitter.com/dGiOOKaNws
— Bayern & Football (@MunichFanpage) June 15, 2025
Situasi ini normal. Pasalnya, Auckland City menjadi satu-satunya klub amatir yang tampil di Piala Dunia Antarklub 2025. Mereka bukan klub profesional karena di Selandia Baru tidak ada kompetisi profesional. Mereka lolos ke Piala Dunia Antarklub setelah menjuarai Liga Champions Oceania. Mereka punya 13 gelar.
“Kami ingin bangga dengan para pemain. Merupakan sebuah mimpi bisa datang dari level amatir untuk bermain di lingkungan seperti ini. Anda tidak bisa bersembunyi di lapangan. Saya benar-benar bangga karena banyak pemain yang berusaha dan bekerja keras,” kata Ivan Vicelich, di situs resmi FIFA.
Pertanyaannya, klub macam apa Auckland City? Ini adalah klub sepak bola yang bermarkas di pinggiran Sandringham, Auckland, Selandia Baru. Dibentuk pada 2004, ini adalah klub yang paling sukses di Oseania, setelah memenangkan tujuh gelar Liga Champions berturut-turut pada 2011-2017. Itu gelar kontinental terbanyak berturut-turut dari semua tim sepak bola dalam sejarah.
Meski menjadi versi Real Madrid dari klub sepak bola di Oceania, Auckland City jauh dari tim profesional. Di negara yang tidak memiliki liga profesional, para pemain Auckland City harus menghidupi dirinya dengan pekerjaan lain di luar sepak bola.
Sebut saja sang kapten, Mario Ilich, yang memiliki pekerjaan utama sebagai pegawai di sebuah supermarket di sekitar tempat tinggalnya. Kemudian, kiper mereka, Conor Tracey, bekerja di sebuah gudang toko obat.
Untuk mengikuti Piala Dunia Antarklub 2025, para pemain Auckland City harus cuti. Beberapa pemain tidak mendapatkan izin dari atasannya sehingga tidak bisa bermain di Amerika Serikat.
“Saya harus mengambil cuti tahunan dan cuti tanpa gaji. Saya akan sedikit menderita karena saya harus membayar sewa rumah, tagihan, dan sebagainya. Tapi, bermain melawan Bayern Muenchen, Benfica, dan Boca Juniors itu 100% sepadan,” kata Conor Tracey, dilansir DAZN.
Baca Juga
Belum Menyerah, Al Hilal Tawari Victor Osimhen Gaji Nyaris Rp1 Triliun per Musim
Auckland City goalkeeper Conor Tracey works in a warehouse for a pharmaceutical company in New Zealand. Before the match he said:
— Football on TNT Sports (@footballontnt) June 15, 2025
🗣️ "I’ve had to do a combination of annual leave and leave without pay. To play against Bayern, Benfica and Boca, 100% it's worth it."
Despite the… pic.twitter.com/hJHHaRBJIW

