Punya 30 Aroma, Minyak Telon Ini Sabet Rekor MURI hingga Raup Omzet Rp 27 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – Sayang anak, sayang anak, kalimat itu berhasil mengantarkan PT Habbie Bangun Aromatik, produsen brand “Habbie” meraup omzet Rp 27 miliar pada tahun 2024. Habbie meraup omzet besar dari bisnis yang berkaitan dengan kesehatan bayi dan anak kecil, yakni minyak telon dan kayu putih.
Memilih minyak telon untuk si kecil memang tak boleh sembarangan, apalagi untuk yang kulitnya sensitif. Orang tua sebaiknya menggunakan minyak telon yang menggunakan 100% bahan alami agar tak menimbulkan iritasi pada kulit si kecil.
Lewat Aromatic Telon Oil, Habbie menghadirkan minyak telon yang menggunakan 100% bahan alami dari alam. Bahkan Habbie menambahkan komposisi alami yang bisa menutrisi, melembutkan dan memberikan keharuman ekstra untuk si kecil. Misalnya saja kandungan minyak zaitun dan minyak argan, keduanya bisa melindungi kulit dari radikal bebas sekaligus menjaga kelembapan kulit.
Ada pula kandungan minyak lavender yang bisa melindungi si kecil dari gigitan nyamuk, ekstrak bidara untuk terapi, serta aromatic oil untuk memberikan wangi yang lembut dan mewah seperti parfum.
Dimulai tahun 2019 di Yogyakarta, sebuah perusahaan yang berfokus pada produk berbasis Aromatic by Nature ini berinovasi dengan menggabungkan khazanah herbal nusantara dengan nuansa yang lebih modern.
Kehangatan yang minyak telon bawakan, ditambah dengan wangi aromatik memantik minat ibu-ibu milenial. Bahkan Habbie pun mendapatkan rekor MURI dunia dengan kategori Brand Minyak Telon Varian Terbanyak di Dunia, yakni 30 varian. Mulai dari flower series, tea series, cajuput oil vanilla series, dan cajuput oil saffron series.
Foto: Investortrust/Lona Olavia
CEO Habbie Novita Anggraeni menceritakan, ia memulai perjalanan bisnis pada tahun 2019 dengan hanya dua varian. Namun, permintaan dan respons positif dari pelanggan mendorong merek ini untuk terus mengembangkan produknya. Selalu mengerti dan mendengar konsumen pun menjadi kilas balik kesuksesan Habbie.
“Awalnya hanya dua varian, tapi banyak pelanggan yang meminta varian lain. Mereka suka wanginya dan ingin lebih banyak pilihan,” ujarnya kepada Investortrust di BRILiaN Fest Ramadhan 1446 H di kantor pusat BRI, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Saat ini, pasar Habbie pun semakin luas, termasuk saat produk mereka di-review oleh influencer kecantikan, Tasya Farasya. “Saat itu, kami tidak mengirim produk ke beliau, tapi ternyata beliau membeli dan memberikan ulasan positif di YouTube. Setelah itu, follower kami langsung meningkat drastis,” kenangnya.
Baca Juga
Rayakan HUT ke-79 RI, BRI Hadirkan Bazaar UMKM BRILiaN Pada Gelaran BRILiaN Independence Week
Selain dipasarkan daring melalui berbagai platform e-commerce, merek inipun dipasarkan luring melalui baby shop atau speciality store. Merek yang meraih Indonesia Brand Excellence Award pada akhir tahun 2024 ini, kini telah mampu menyerap hingga 50 tenaga kerja, berkembang pesat dari awalnya hanya lima perintis usaha.
Saat ini, merek yang berasal dari kata yang dikasihi dari Bahasa Arab itu memproduksi sekitar 100 ribu botol per bulan dengan kapasitas produksi pabrik satu juta botol.
Kisaran harga produk Habbie berada di Rp 27.000 untuk produk telon roll on 10 ml, Rp 55.500 untuk produk telon 100 ml, Rp 29.000 untuk produk minyak kayu putih roll on ukuran 10 ml, Rp 65.000 untuk harga minyak kayu putih ukuran 100 ml.
Selain itu, saat ini Habbie juga telah meluncurkan produk baru, produk perawatan rambut untuk ibu dan bayi dengan range harga Rp 108.000. Lalu sisterbrand Habbie yaitu Sakura Origin, parfum dengan inspirasi aroma dari Telon Sakura Habbie, dibanderol dengan harga Rp 149.000 untuk ukuran 50 ml.
“Untuk penjualan masih terbesar kontribusinya 90% dari minyak telon. Kalau untuk target tahun ini harapannya bisa naik 150%,” ujar perempuan kelahiran Purworejo, Jawa Tengah tersebut.
Foto: Investortrust/Lona Olavia
Meski sudah memiliki omzet Rp 27 miliar setahun, ia mengaku belum berencana ekspor lantaran masih menata manajemen. “Dulu pernah ekspor dengan pihak ketiga, tapi kita tidak lanjut karena tidak tahu pasarnya,” kata Novita.
Rizky Aprialdy, karyawan BRI yang merupakan bapak dua anak ini pun mengaku senang dengan wangi telon Habbie. “Habbie banyak pilihan wanginya dan ini lebih lembut buat anak-anak,” ucapnya yang membeli dua varian minyak telon di BRILiaN Fest.
Baca Juga
BRILIANPRENEUR
Kisah suksesnya diakui Novita juga tak terlepas dari program UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023 yang diselenggarakan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI).
Perempuan mungil yang punya hobi naik gunung itu, bercerita, sejak mengenal BRILIANPRENEUR, dirinya merasa usahanya memiliki prospek cerah untuk terus berkembang. “Ketemu BRI, kami bisa dapat network dan dapat pasar, bisa jualan. Kami baru ikut pada 2023 ini,” ujar alumnus Program Studi Pengembangan Wilayah Universitas Gadjah Mada (UGM) itu
Ketika mengikuti BRILIANPRENEUR, kata dia, hal pertama dan utama yang didapat brand Habbie adalah edukasi. Di antaranya melalui beberapa webinar yang menguatkan kembali cara dan proses bisnis pelaku UMKM.
Foto: Dok. BRI
Dengan mengikuti BRILIANPRENEUR, Novita dan timnya merasa harus belajar kembali bagaimana menjalankan bisnis agar dapat berkelanjutan. "Berbagai program edukasi ini menguatkan kembali. Tim kami belajar lagi, me-refresh pengetahuan,” kata Novita.
Hal penting lainnya yang didapatkan melalui BRILIANPRENEUR adalah perluasan pasar yang tak biasa yaitu melalui business matching.
Ia menambahkan, BRILIANPRENEUR pun dapat memberikan banyak kebutuhan yang diperlukan UMKM, seperti pendampingan dan juga aspek legalitas. “BRI melalui BRILIANPRENEUR ke depan memberikan pendampingan. Ini sangat dibutuhkan UMKM seperti Habbie. Dengan pendampingan ini pelaku UMKM menjadi lebih percaya diri,” ujarnya.
“Alhamdulillah sejak 2019 Habbie terus berkembang. Meski demikian kami tetap membutuhkan pendampingan dan pembinaan. Oleh karena itu, dulu kami sangat bersyukur dapat turut serta dalam BRILIANPRENEUR. Bisa menjembatani impian pelaku UMKM untuk terus maju dan berkembang,” ujar Novita yang kemudian terpilih sebagai salah satu dari Top 20 Pengusaha Muda BRILiaN 2024.
Pengusaha Muda BRILiaN merupakan program akselerasi untuk para pengusaha muda di Indonesia. Sebagai wadah untuk mewujudkan visi BRI dalam mendukung kemajuan UKM di Indonesia dengan program pengembangan sumber daya manusia yang unggul, melalui inovasi dan pemanfaatan kemajuan teknologi, sehingga UKM di Indonesia dapat naik kelas dan memiliki kualitas daya saing yang tinggi.
“Melalui Program Pengusaha Muda BRILiaN, BRI mendukung visi Indonesia Emas 2045 dengan mempersiapkan produk UKM untuk ekspor dan memperluas akses ke pasar internasional. Kami yakin program ini akan menciptakan pengusaha muda tangguh yang menjadi role model nasional dan internasional, serta menginspirasi UKM lain untuk berkembang,” kata Direktur Commercial, Small, and Medium Business BRI Amam Sukriyanto.

