Nintendo Akan Umumkan Harga Switch 2 di Tengah Tarif Impor Trump, Berapa?
TOKYO, investortrust.id - Nintendo akan mengumumkan detail konsol terbaru mereka, Switch 2, pada Rabu (2/4/2025). Pengumuman ini juga bertepatan jelang kebijakan tarif impor baru yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.
Sejumlah analis memprediksi bahwa Switch 2 akan melanjutkan kesuksesan pendahulunya, yang telah terjual lebih dari 150 juta unit di seluruh dunia. Analis Jefferies, Atul Goyal, memperkirakan Switch 2 akan dijual dengan harga antara US$ 399 hingga US$ 499 atau setara Rp 6,6 juta hingga Rp 8,3 juta. Nintendo Switch 2 kemungkinan akan diluncurkan pada bulan Mei atau Juni.
"Setelah Switch 2 tersedia di pasaran, kami yakin permintaan akan sangat kuat," tulis Goyal dilansir dari Reuters, Rabu (2/4/2025).
Switch pertama kali dirilis pada Maret 2017 dengan harga US$ 300 atau setara Rp 5 juta dan sukses besar setelah kegagalan Wii U. Perusahaan akan mengumumkan rincian resmi Switch 2 dalam acara Nintendo Direct.
Baca Juga
Nintendo Switch Online Berlanjut ke Switch 2, Potensi Pasar Makin Besar
Investor kini menyoroti jajaran game yang akan dirilis bersamaan dengan perangkat ini, karena faktor ini sangat penting untuk mendorong konsumen beralih ke konsol baru. Selain itu, ketersediaan perangkat keras juga menjadi perhatian utama setelah gangguan pasokan yang sempat mempengaruhi penjualan Switch sebelumnya.
"Berdasarkan jumlah persediaan dalam proses produksi yang tercatat di neraca perusahaan, Nintendo kemungkinan menargetkan pengiriman lebih dari 10 juta unit dalam tahun pertama," kata analis Goldman Sachs, Minami Munakata.
Kebijakan Tarif Impor Trump
Peluncuran Switch 2 datang pada saat perang dagang semakin meningkat, seiring dengan kebijakan tarif impor baru yang akan diumumkan oleh Trump. Tarif ini juga berfokus pada komponen elektronik, termasuk yang digunakan dalam perangkat gaming, yang berpotensi meningkatkan biaya produksi dan harga jual konsol di pasar AS.
Sony, sebagai salah satu pesaing Nintendo, telah mengantisipasi dampak kebijakan ini dengan menimbun persediaan di AS, yang diumumkan pada Februari lalu. Langkah ini diambil untuk mengurangi dampak dari tarif yang meningkat dalam waktu dekat.
Baca Juga
Penjualan Nintendo Switch 2 Diprediksi Lewati Kesuksesan PS4 dan PS5
Selain itu, perubahan besar juga terlihat dalam industri gaming, seperti meningkatnya tren berlangganan dan kompatibilitas mundur (backwards compatibility). Ini mempermudah pengguna untuk beralih ke perangkat baru tanpa kehilangan akses ke game lama mereka.
"Situasi ini mirip dengan transisi dari PS4 ke PS5, di mana pendapatan terus meningkat tanpa adanya siklus penurunan yang signifikan," tulis Munakata.
Saham Nintendo mengalami lonjakan signifikan pada Februari lalu, dan naik lebih dari 10% sejak awal tahun ini. Meskipun demikian, beberapa analis meragukan apakah peluncuran Switch 2 akan cukup besar untuk membenarkan harga saham yang saat ini tinggi.
"Kami rasa perangkat baru ini tidak cukup besar untuk membenarkan harga sahamnya saat ini," kata Amir Anvarzadeh, analis pasar di Asymmetric Advisors, dalam catatannya. (C-13)

