Inspiratif! Kisah Dango Ouattara, Tetap Puasa Meski Jadi Satu-satunya Pemain Muslim Bournemouth
BOURNEMOUTH, investortrust.id – Pemain Bournemouth Dango Ouattara layak dijadikan inspirasi. Meski menjadi satu-satunya pemain Muslim di klub dan harus berlatih maupun bertanding di siang hari, winger Burkina Faso itu tetap menjalankan ibadah puasa.
Dango Ouattara merupakan pemain Bournemouth di Liga Premier. Pemain berusia 23 tahun itu datang ke Inggris dari klub Prancis Lorient pada musim dingin 2023. Dalam waktu sekejap, dia menjadi salah stau sosok kunci The Cherries di sektor sayap.
Musim ini, Dango Ouattara telah mencetak sembilan gol dari 30 penampilan di seluruh ajang. Meski berada di urutan 10 klasemen sementara Liga Premier dengan 44 poin, Dango Ouattara dkk juga sedang berjuang meraih tiket ke Liga Champions karena hanya terpaut lima poin dari Chelsea di peringkat keempat.
Baca Juga
Dapat Panchina d'Oro, Simone Inzaghi Persembahkan untuk Inter Milan dan Lazio
Uniknya, Dango Ouattara adalah satu-satunya pemain Muslim di Bournemouth. Sebagai Muslim yang taat, Dango Ouattara menolak meninggalkan ibadah Ramadan, meski agenda latihan dan jadwal pertandingan klubnya sangat padat. Bahkan, dia harus berlatih pagi dan sore tanpa ada perbedaan dengan pemain lain.
“Islam mengajak kita kembali fokus ke diri sendiri, melihat apa yang telah kita lakukan dengan baik dan apa yang belum. Islam juga mengajak kita mengoreksi diri sendiri di masyarakat. Mengajak kita tetap berada di jalan yang benar. Iman membantu saya mengatasi banyak tantangan, untuk menghormati orang lain, menghormati pilihan dan agama juga,” ujar Dango Ouattara, kepada BBC Africa.
“Di lapangan, di luar lapangan dengan teman-teman, atau bahkan dengan keluarga saya, iman membantu saya bersikap tenang dalam kehidupan sehari-hari. Anda harus beriman sebelum anda dapat melakukan sesuatu,” tambah Dango Ouattara.
Dango Ouattara menyebut sempat punya pengalaman unik ketika datang ke Bournemouth pada Januari 2023. Dia mengaku tempat pertama yang dicari adalah masjid. Dan, lokasinya berjarak 11 km dari Bournemouth, yaitu di sebuah kota Bernama Poole.
The keeper didn't expect it 😱
— Emirates FA Cup (@EmiratesFACup) March 2, 2025
Dango Ouattara didn't take a run-up for his penalty in @afcbournemouth's shootout win 🥶#EmiratesFACup pic.twitter.com/CwDBI6dhRL
“Agen saya dan saya berhasil menemukan masjid. Jadi, saya mulai kembali ke rutinitas saya. Saat saya datang ke masjid, semuanya berjalan baik, termasuk di sepak bola. Jadi, saya menemukan diri saya kembali di lingkungan yang saya tinggalkan di Lorient,” kata Dango Ouattara.
“Itu membantu saya karena saat anda berada di kota lain, memiliki komunitas menunjukkan bahwa anda tidak sendirian. Anda memiliki kesempatan untuk beribadah bersama orang lain, mengenal orang baru. Itu membuat kami tetap fokus pada agama,” tambah Dango Ouattara.
Dango Ouattara juga bersyukur, pelatih dan rekan-rekannya di Bournemouth membantu dirinya menjalankan ibadah. “Saya tidak akan bilang puasa itu sulit. Ini lebih ke urusan mental. Secara pribadi saya sudah terbiasa melakukannya,” lanjut Dango Ouattara.
“Masalah saat puasa hanyalah kurang air. Mengingat anda juga harus bangun pada waktu yang tidak biasa untuk sahur, itu lebih melelahkan. Saya bangun pukul 04.30 pagi, saya berwudhu, dan koki klub sudah menyiapkan makanan untuk saya. Saya lalu sahur, dan setelah salat subuh saya punya waktu untuk kembali tidur selama sekitar satu jam sebelum latihan,” ungkap Dango Ouattara.
“Setelah sesi latihan, saya salat dan tidur selama satu jam lagi. Dengan banyak beristirahat, saya bisa pulih dengan lebih baik. Segalanya bahkan lebih mudah saat anda mendapat dukungan dari seluruh tim, baik itu pemain maupun staf. Mereka memahami saya dan menyemangati saya,” pungkas Dango Ouattara.
Baca Juga
Endrick Siap Bersaing Demi Membela Brasil di Piala Dunia 2026
"For me, faith comes first. It comes before football." #afcb forward Dango Ouattara talks about playing football during the Muslim holy month of Ramadan 🍒
— BBC Radio Solent Sport (@solentsport) March 24, 2025
⬇️ Listen to this piece from @bbcworldservice https://t.co/ChB98r2iL6 pic.twitter.com/zHFL0Oe1Qc

