Tingkatkan Kesehatan Pekerja, Pertamina Regional Jawa Pecahkan Rekor MURI
JAKARTA, investortrust.id – Regional Jawa Subholding Upstream Pertamina raih rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) untuk catatan akumulasi pengurangan kalori terbanyak oleh karyawan satu perusahaan dalam kurun waktu delapan bulan.
Prestasi ini diraih melalui pelaksanaan Wellness Program 2024 yang diikuti 1.061 pekerja Pertamina Regional Jawa, dengan pengurangan kalori gabungan sebesar 38,34 juta kalori dari April - November 2024.
Plakat penghargaan diserahkan tim MURI kepada Direktur Utama Regional Jawa Wisnu Hindadari, disaksikan perwakilan SKK Migas, PT Pertamina (Persero), Subholding Upstream Pertamina, dan 550 peserta yang bergabung secara daring dan luring, di kantor pusat Regional Jawa, baru-baru ini.
Manager Health Operation Regional Jawa, Agung Imantyoko mengutarakan bahwa program kesehatan ini telah diselenggarakan sejak 2021, dan animo partisipasi peserta dalam tiga tahun terakhir terus meningkat hingga lebih dari tiga kali lipat. “Setiap tahun, Wellness Program ini aktif diikuti olehpara pekerja di semua wilayah operasi Regional Jawa, baik yang berlokasi kerja di kantor maupun anjungan lepas pantai," ujarnya dalam siaran pers, Minggu (9/2/2025).
Wellness Program yang dilakukan mencakup program fat loss and muscle fitness. Tujuan program ini antara lain untuk menghentikan kebiasaan sedentari atau kurang bergerak, meningkatkan kualitas kesehatan, kebugaran, serta memperbaiki performa fisik untuk mencegah terkena penyakit yang berkaitan dengan gaya hidup.
Baca Juga
UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023 Ajang Memperkenalkan Aromatic Wellness Asli Indonesia
VP HSSE Pertamina Hulu Energi Gelar Suganda mengapresiasi kegiatan Wellness Program 2024 dan berharap agar komitmen hidup sehat ini dapat berkelanjutan. “Semoga semakin banyak rekor terbaru dan pencapaian terbaik lainnya,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Regional Jawa sekaligus meluncurkan WellnessProgram 2025, yang diharapkan dapat mempertahankan konsistensi pekerja dalam membudayakan hidup sehat.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, pendekatan program tahun ini adalah sistem aktivitas berkelompok. “Dengan sistem grup, kami berharap peserta dapat saling memberikan motivasi, yang sejalan dengan budaya kolaborasi,” imbuh Agung.
Selain peluncuran program, juga dilaksanakan seminar yang mengangkat tema “Sleep Management: Good Sleep for Good Health”, dengan narasumber Dr. Nushrotul Lailiyya, SpS, Subsp. NNET(K), Sp.Akp dan Dr. dr. Sinta Sari Ratunanda, Sp.THT-KL, M.Kes, praktisi kesehatan dan akademisi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran.
Nushrotul menjelaskan pentingnya tidur yang berkualitas untuk menjaga kesehatan tubuh dan mengurangi risiko terkena penyakit regeneratif dan imun. “Penelitian menunjukkan tidur kurang dari 6 jam menimbulkan masalah kesehatan. Sebaliknya, durasi tidur lebih dari 9 jam meningkatkan risiko berbagai penyakit,” ujarnya.
Baca Juga
Menkes Tegaskan Belum Ada Keputusan Final Iuran BPJS Kesehatan Naik
Sementara itu, Shinta membahas Obstructive Sleep Apnea (OSA) yang merupakan fase berhenti bernafas saat tidur dengan waktu maksimal 10 detik. Kurangnya waktu durasi tidur menimbulkan risiko OSA, yang dapat mengakibatkan berbagai komplikasi, termasuk penyakit sindroma metabolik seperti tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi, dan dislipidemia (rendahnya HDL/kolesterol baik, dan tingginya trigliserida atau LDL/kolesterol jahat).
Melalui berbagai program kesehatan dan kebugaran untuk pekerja, Regional Jawa senantiasa berupaya meningkatkan kualitas hidup pekerjanya dengan memastikan terciptanya lingkungan kerja yang nyaman, sehat, dan produktif.

