Lakukan Aktivitas Fisik Sederhana Ini untuk Cegah Osteoporosis
JAKARTA, investortrust.id - Sebanyak dua dari lima penduduk Indonesia berisiko terkena osteoporosis yang dapat melemahkan dan merapuhkan tulang sehingga berisiko patah. Untuk itu, diperlukan pencegahan dini dengan mendorong masyarakat rajin melakukan aktivitas fisik sederhana, seperti berjalan kaki setiap hari.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, osteoporosis sebenarnya bisa dicegah sejak dini melalui pola hidup sehat, nutrisi cukup, aktivitas fisik teratur, dan pemeriksaan rutin. "Kita perlu menjaga kesehatan tulang bagi masyarakat Indonesia,” kata Siti dalam kegiatan “Jalan Kaki 10 Ribu Langkah” di Gelora Bung Karno (GBK) seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/1/2205).
Baca Juga
Dia menilai, pencegahan dan deteksi dini osteoporosis cukup penting agar masyarakat, khususnya lanjut usia (lansia) dapat tetap aktif dan menikmati dalam setiap tahapan kehidupan. “Osteoporosis sering tidak terdeteksi hingga terjadi kerusakan tulang, sehingga membutuhkan perawatan jangka panjang dan memberikan beban ekonomi serta sosial bagi keluarga yang merawat," kata dia.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (Perosi) Tirza Z Tamin mengatakan, sejumlah faktor pemicu osteoporosis adalah usia tua, penurunan estrogen, dan kurangnya aktivitas fisik. "Jalan kaki 10.000 langkah sangat direkomendasikan untuk menjaga kepadatan tulang dan memperlambat proses penurunan massa tulang.
Baca Juga
Mengapa Jalan Kaki Setelah Makan Sangat Baik, Simak Penjelasan Para Pakar Berikut!
Dia menjelaskan, osteopenia terjadi karena proses resorpsi lebih dominan dibandingkan formasi tulang sehingga menyebabkan kerusakan mikroarsitektural pada tulang.
President Director Fonterra Brands Indonesia Yauwanan Wigneswaran mengatakan, berdasarkan pemindaian tulang (bone scan) gratis dari Anlene, sepanjang 2024, sekitar 50% (67.547) dari 150.000 peserta menunjukkan risiko osteoporosis kategori sedang ke tinggi. Dari hasil pemindaian tersebut, mereka memiliki angka kepadatan tulang rendah sebesar <-1.0 dan tergolong osteopenia yang dapat berlanjut menjadi osteoporis apabila tidak ditangani dengan tepat.

