Baik atau Buruk? Statistik Shin Tae-yong Bersama Timnas Indonesia
JAKARTA, investortrust.id – Perjalanan karier Shin Tae-yong di Timnas Indonesia berakhir pada Senin (6/1/2025). Kontrak pelatih asal Korea Selatan itu dengan PSSI resmi diakhiri.
Pada 28 Desember 2019, PSSI mengonfirmasi penunjukkan Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia. Dia datang menggantikan Simon McMenemy yang dipecat. Dia diberi kontrak 4 tahun untuk menjadi orang Korea Selatan pertama dalam sejarah kepelatihan skuad Garuda.
Awal karier Shin Tae-yong di Indonesia tidak baik karena skuad Garuda kalah 0-4 dari Vietnam dan 0-5 dari Uni Emirat Arab (UEA) pada putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022.
Baca Juga
Ketua Umum PSSI Erick Thohir Sebut Pengakhiran Kontrak Shin Tae-yong Bukan Hal Aneh
Setelah Kualifikasi Piala Dunia 2022, Shin Tae-yong memimpin Timnas Indonesia dengan rata-rata usia skuad 23,8 tahun ke putaran final Piala AFF 2020. Lalu, pada Juni 2022, dia membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Asia 2023 setelah mengalahkan Kuwait 2-1 dan Nepal 7-0. Ini Piala Asia pertama Indonesia setelah absen 16 tahun.
Shin Tae-yong menjadi pelatih pertama yang berhasil membawa Timnas Indonesia dalam tiga jenjang usia, dari senior, U-23, dan U-20, lolos ke Piala Asia di level masing-masing.
Pada Piala Asia 2023, Shin Tae-yong membawa skuad termuda dari semua 24 peserta dengan usia rata-rata 23,81 tahun. Hasilnya, Timnas Indonesia kalah 1-3 dari Irak dan Jepang, serta menang 1-0 lawan Vietnam.
Meski kalah dua kali di babak penyisihan grup, Timnas Indonesia berhasil melaju ke babak 16 besar Piala Asia 2023 dengan finish sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik. Ini jadi pencapaian terbaik Timnas Indonesia sejak penampilan perdana pada Piala Asia 1996. Sayang, kalah 0-4 dari Australia.
Setelah Piala Asia 2023, Shin Tae-yong memimpin Timnas U-23 Indonesia di Piala Asia U-23 2024. Setelah kalah 0-2 dari Qatar di laga pertama, Indonesia berhasil melaju ke perempat final sebagai runner-up grup setelah menang 1-0 atas Australia dan 4-1 atas Yordania.
Setelah mengalahkan Korea Selatan adu penalti 11-10 (2-2) di perempat final, Indonesia terhenti di semifinal setelah kalah 0-2 dari Uzbekistan. Lalu, menyerah 1-2 dari Irak di perebutan tempat ketiga. Timnas U-23 Indonesia gagal ke Olimpiade Paris 2024 setelah kalah dari Guinea 0-1 di play-off interzone.
Sepak terjang Shin Tae-yong kemudia berlanjut ke Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Sempat kalah 1-5 dari Irak dan imbang 1-1 dengan Filipina, Timnas Indonesia mengalahkan Vietnam 1-0 dan 3-0. Pasukan Garuda lolos ke putaran ketiga untuk tergabung di Grup C melawan Arab Saudi, Australia, Bahrain, China, dan Jepang.
Namun, keputusan Shin Tae-yong memainkan anak-anak U-22 pada Piala AFF 2024 berakibat fatal. Timnas Indonesia gagal lolos ke semifinal setelah dikalahkan Filipina, meski cukup bermain imbang.
“Soal pergantian pelatih, sebenarnya ini sudah kita diskusikan dari beberapa bulan yang lalu. Tapi, saya rasa momennya sekarang lebih tepat karena kita masih punya 2,5 bulan untuk persiapan dan ada sisa empat pertandingan,” ujar Erick Thohir dalam pernyataan resmi PSSI.
Jika ditotal, Shin Tae-yong memimpin Timnas Indonesia dalam 63 pertandingan internasional senior dengan 27 menang, 15 imbang, dan 21 kalah. Persentase kemenangan pasukan Garuda mencapai 42,86%.
“Masalah komunikasi adalah salah satu isu yang kami perhatikan. Tapi, tentu saja kami juga merasa butuh pelatih yang bisa cocok dari segi taktik. Risiko tentu ada. Tapi, lebih baik ambil risiko daripada menyesal di kemudian hari,” tambah Erick Thohir.
Baca Juga
Kontrak Shin Tae-yong Dihentikan, Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes Beri Pesan Menyentuh
Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia mengumumkan pengakhiran kontrak Shin Tae-yong sebagai Kepala Pelatih Tim Nasional Indonesia Senior dan U-23.
— Timnas Indonesia (@TimnasIndonesia) January 6, 2025
Keputusan ini dibuat berdasarkan pertimbangan yang panjang dan matang serta evaluasi yang dilakukan oleh Persatuan Sepakbola Seluruh… pic.twitter.com/sUfeldDy1D

