Kok, Bisa? Momen Aneh Liga 1, PSM Makassar Main 12 Orang Lawan Barito Putera
BALIKPAPAN, investortrust.id – Kontroversi muncul dari pertandingan Liga 1 di Stadion Batakan, Balikpapan, Minggu (22/12/2024), ketika PSM Makassar bermain 12 orang melawan Barito Putera. Kok, bisa?
PSM Makassar berhasil mengalahkan Barito Putera 3-2 pada pertandingan yang cukup menarik dalam lanjutan kompetisi sepak bola kasta tertinggi Indonesia. Aloiso Neto menjadi pahlawan dengan mencetak dua gol untuk Juku Eja dan Nermin Haljeta memproduksi satu gol lainnya.
Sementara Barito Putera hanya mampu merespons gol PSM Makassar itu dua kali melalui Beri Santoso dan Alhaji Gero.
Baca Juga
Digasak Bournemouth, Manchester United Kembali ke Setelan Pabrik?
Namun, bukan kemenangan PSM Makassar yang dipermasaahkan Barito Putera. Laskar Antasari memprotes keberadaan 12 pemain Juku Eja di lapangan sejak menit 98:20 hingga 99:15. Momen aneh itu terjadi setelah ada pemain yang cedera. Lalu, ada pergantian beberapa pemain PSM Makassar sekaligus.
Wasit maupun operator VAR tampaknya tidak cermat melihat situasi di lapangan sehingga “kecolongan” dengan keberadaan 12 pemain PSM Makassar.
Setelah pertandingan, Barito Putera protes. Mereka mengacu pada Kode Disiplin PSSI Pasal 56. “Apabila seorang pemain yang tidak sah sebagaimana dalam ayat 1 bermain di pertandingan resmi, maka timnya akan dijatuhi sanksi dinyatakan kalah dengan pemotongan poin (forfeit) pada pertandingan tersebut sesuai dengan Pasal 28 Kode Disiplin PSSI ini dan denda minimal Rp90.000.000,” tulis Barito Putera dalam pernyataan resminya.
“Apabila pemain yang tidak sah itu terlibat dalam pertandingan persahabatan, maka timnya dijatuhi sanksi dinyatakan kalah 0-3 dengan pengurangan poin (apabila berlaku) sesuai dengan Pasal 28 Kode Disiplin ini dan denda minimal sebesar Rp40.000.000,” lanjut pernyataan itu.
Dituduh melanggar peraturan, PSM Makassar mengeluarkan klarifikasi. “PSM melakukan pergantian 3 pemain secara bersamaan di 1 menit terakhir pertandingan, tepatnya di menit 90+7. Pergantian pemain ini memanfaatkan slot pergantian yang terakhir,” tulis pernyataan resmi Juku Eja.
“Kemudian, prosedur selanjutnya adalah menyerahkan form pergantian pemain kepada wasit cadangan. Setelah form pergantian pemain diserahkan, wasit cadangan kemudian juga mengecek keabsahan tiga pemain tersebut dan dinyatakan sah untuk bermain,” lanjut PSM Makassar.
“Setelah itu dilakukan, prosedur selanjutnya sudah menjadi kewenangan dari perangkat pertandingan. Dalam hal ini adalah wasit yang memimpin pertandingan dan wasit cadangan. Keduanya yang mengatur keluar dan masuknya pemain pengganti dan yang diganti,” beber PSM Makassar
“Dalam insiden PSM vs Barito Putera, pemain pengganti PSM masuk ke dalam lapangan berdasarkan arahan dari wasit cadangan. Begitu pun juga pemain yang digantikan, yang tentu saja mengikuti arahan dari wasit utama dimana pada keadaan tersebut menetapkan play on sehingga pemain tidak dapat dan tidak diminta oleh wasit utama untuk meninggalkan lapangan,” ungkap PSM Makassar.
Entah siapa yang salah, kejadian ini tentu saja mencoreng reputasi Liga 1. Pasalnya, selain wasit dan para asistennya, pertandingan ini juga dipantau VAR.
Baca Juga
Tetap Menginjak Bumi! Arne Slot Respons Drama 9 Gol Liverpool Lawan Tottenham Hotspur

