Kisah Li Tie, Legenda Sepak Bola China Dipenjara 20 Tahun Terima Suap Rp 256 Miliar
BEIJING, investortrust.id – Keseriusan pemerintah China dalam memberantas match fixing layak mendapatkan acungan dua jempol. Buktinya, legenda sepak bola China yang pernah merumput di Liga Premier, Li Tie, dijatuhi hukuman penjara 20 tahun karena terbukti suap US$16 juta (Rp 256 miliar).
Li Tie memulai karier sepak bola pada usia 15 tahun dengan bergabung ke Liaoning FC (sekarang Liaoning Hongyun). Pada 1993, dia dikirim ke Brasil mengikuti program pelatihan selama 5 tahun dan kembali sebagai pemain profesional untuk Liaoning FC.
Karier Li Tie terus menanjak setelah itu. Pada jendela transfer musim panas 2002 atau setelah tampil di Piala Dunia 2002, dia ditransfer ke Everton dengan status pinjaman. Kesepakatan terjadi setelah The Toffees mengikat perjanjian sponsorship dengan perusahaan China, Kejian.
Baca Juga
Gagal Kalahkan Laos di Piala AFF 2024, Ketua Umum PSSI Erick Thohir Tidak Puas
Awalnya, Li Tie diragukan. Tapi, dengan David Moyes sebagai pelatih, Li Tie berkembang menjadi pemain penting. Dirinya kemudian pindah ke Sheffield United sebelum kembali ke China membela Chengdu Blades dan pulang ke Liaoning FC.
Setelah pensiun, Li Tie beralih profesi menjadi pelatih. Sempat menjadi asisten Guangzhou Evergrande, Hebei China Fortune, dan tim nasional, dia kemudian menjadi pelatih kepala di Wuhan Zall. Pada 2019-2021, dia juga menukangi Timnas China.
Sayang, karier sepak bola Li Tie terhenti pada awal 2024. Saat itu, dia mengaku telah mengatur pertandingan, menerima suap, dan menawarkan suap untuk mendapatkan posisi pelatih di klub-klub papan atas China. Dia mengaku bersalah atas suap US$16 juta (Rp 256 miliar).
Pengadilan membuktikan, hal ini terjadi sejak 2015 saat Li Tie menjadi asisten pelatih di Hebei China Fortune hingga 2021. Sebagai imbalan atas suap tersebut, Li Tie akan memilih orang-orang tertentu untuk tim nasional dan membantu klub-klub sepak bola China memenangkan kompetisi.
Pria berusia 47 tahun itu ditampilkan dalam sebuah film dokumenter antikorupsi yang ditayangkan stasiun televisi pemerintah China, CCTV, pada awal tahun ini. Dia meminta maaf atas pelanggarannya. “Saya sangat menyesal. Saya seharusnya menundukkan kepala dan mengikuti jalan yang benar,” ujar Li Tie.
Kasus ini menunjukkan tindakan keras antikorupsi Presiden China Xi Jinping telah merembet ke olahraga, perbankan, dan militer. Awal minggu ini, tiga mantan pejabat Asosiasi Sepak Bola Tiongkok (CFA) juga dijatuhi hukuman penjara karena penyuapan. Lebih dari selusin pelatih dan pemain juga telah diselidiki.
Mantan Presiden CFA Chen Xuyuan, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena menerima suap senilai US$11 juta (Rp 176 miliar).
Baca Juga
Mees Hilgers Main, FC Twente Perpanjang Catatan Belum Menang di Liga Europa

