Dorong Strategi Terintegrasi Nasional, IPMG Usung Manifesto Guna Percepat Akses Obat dan Vaksin Inovatif
JAKARTA, investortrust.id - Ketua International Pharmaceutical Manufacturers Group (IPMG) Ait-Allah Mejri meluncurkan lima pilar manifesto IPMG yang komprehensif untuk memperkuat upaya pemerintah untuk strategi farmasi nasional.
Manifesto IPMG merupakan visi bersama dalam memperkuat upaya pemerintah untuk strategi farmasi nasional, utamanya dalam mengedepankan inovasi dan memastikan akses bagi seluruh pasien di Indonesia.
"Untuk itu, dalam forum ini kami mengundang para pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dalam menyusun call to action dari manifesto ini," kata Ait di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (12/12/2024).
Baca Juga
Bio Farma Gandeng LPEI, Dorong Ekspor Farmasi Indonesia ke 160 Negara
Manifesto diharapkan dapat meningkatkan daya saing Indonesia di kawasan Asia-Pasifik, memperkuat infrastruktur kesehatan, dan menciptakan sistem kesehatan yang transparan, efisien, dan berkelanjutan.
Menanggapi manifesto tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengutarakan Kementerian Kesehatan mendukung upaya BPOM dalam percepatan registrasi obat dan vaksin inovatif ke depannya. Serta Kementerian Kesehatan terbuka untuk berkolaborasi dengan IPMG dalam percepatan roadmap Health Technology Assessment (HTA) di Indonesia.
Baca Juga
Upaya Dexa Group Dukung Pemerintah Capai Kemandirian Farmasi dan Ketahanan Kesehatan
Selain itu, kata Budi, Kementerian Kesehatan bertekad untuk meningkatkan kapabilitas dan kemampuan utama di bidang kesehatan untuk memastikan layanan kesehatan yang lebih baik lagi.
“Usulan 5 pilar manifesto ini merupakan awal baik untuk bersama kita dengan berbagai pihak dalam memastikan percepatan ketersediaan obat dan vaksin inovatif sehingga kita dapat meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat agar tetap sehat karena health is wealth,” ujar Budi.

