Apa itu? Francesco Bagnaia Usulkan Mekanisme Poin Baru di MotoGP 2025
BOLOGNA, investortrust.id – Pembalap Ducati Francesco Bagnaia mengusulkan mekanisme poin baru untuk MotoGP 2025. Dia merasa lomba balap kuda besi itu membutuhkan penyegaran agar lebih menantang.
Francesco Bagnaia mengakhiri MotoGP 2024 sebagai runner-up. Meski memenangkan balapan utama lebih banyak dari Jorge Martin, Pecco harus mengakui kekalahan setelah tertinggal 10 poin di klasemen akhir pembalap.
Dalam sebuah acara Ducati di Bologna bertajuk Campioni in Festa, Francesco Bagnaia mengusulkan sebuah sistem penilaian baru. Dia ingin ada poin tambahan bagi pembalap yang memenangkan dua sesi perlombaan, sprint race dan main race, dalam satu seri yang sama.
Baca Juga
“Ini adalah sistem yang sudah ada lama sekali. Ini sudah ada sejak sebelum sprint race. Ini sudah memberikan banyak perubahan dalam perebutan poin pada akhir pekan balapan,” ujar Francesco Bagnaia, dilansir GP One.
Sistem poin yang digunakan dalam MotoGP pada saat ini sudah ada sejak 1993. Lalu, sejak diperkenalkan sprint race pada 2023, ada ekstra 12 poin untuk sang pemenang. Sementara pemenang main race tetap 25 poin.
“Setelah adanya sprint race ini, menurut saya kita harus mempertimbangkan ide pemberian poin bonus untuk yang memenangi kedua balapan (sprint race dan main race) atau bisa juga poin untuk waktu putaran tercepat. Ide itu untuk memberikan apresiasi bagi mereka yang paling kencang,” ungkap Francesco Bagnaia.
Francesco Bagnaia memastikan sistem poin saat ini bagus karena memungkinkan para pembalap terpacu. “Tapi, sprint race mempengaruhi sejumlah aspek. Jadi, mungkin ada sesuatu yang seharusnya bisa dipertimbangkan seperti poin bonus itu,” pungkas Francesco Bagnaia.
Baca Juga
Pedro Acosta Sebut Jorge Martin Layak dan Pantas Jadi Juara Dunia MotoGP 2024

