Digunduli Timnas Putri Belanda 15 Gol Tanpa Balas, Garuda Pertiwi Dapat Pelajaran Mahal
DOETINCHEM, investortrust.id – Pelatih Timnas Putri Indonesia Satoru Mochizuki menyatakan kekalahan 0-15 Garuda Pertiwi dari Belanda dalam pertandingan uji coba internasional FIFA di Stadion de Vijverberg, Doerinchem, Sabtu (26/10/2024) dini hari WIB, harus dijadikan pengalaman berharga.
Kampanye pemusatan latihan Garuda Pertiwi di Negeri Tulip berlanjut dengan menantang tim nasional putri Belanda. Ini ibarat David melawan Goliath.
Hasilnya, bisa ditebak. Garuda Pertiwi tidak bisa melakukan apa-apa. Bukan hanya kalah, Zahra Muzdalifah dkk hanya mampu bertahan 9 menit. Setelah itu, sejak menit 10 sampai pertandingan berakhir, gawang Timnas Putri Indonesia digelontor 15 gol tanpa balas.
Baca Juga
Timnas U-17 Indonesia Jelaskan Alasan Rotasi Pemain Lawan Mariana Utara
Setelah kekalahan 0-15 itu, Satoru Mochizuki menilai para pemain sudah bekerja keras untuk memberikan perlawanan. Perbedaan kualitas signifikan dalam peringkat FIFA serta pemain Belanda membuat hujan gol tak terhindarkan.
“Kami sangat bersyukur mendapat kesempatan untuk bisa melawan tim kuat seperti Belanda. Tapi, memang sangat disayangkan kita banyak kebobolan di pertandingan itu,” kata Satoru Mochizuki dalam pernyataan resmi PSSI.
Faktanya, mayoritas pemain Garuda Pertiwi berstatus semiprofesional. Hanya beberapa yang profesional. Sebaliknya, Belanda menempati peringkat 11 FIFA putri dengan sederet pesepak bola kelas dunia yang merumput di banyak klub besar Eropa seperti Esme Brugts, Vivianne Miedema, hingga Danielle van de Donk.
“Pemain sudah berjuang dan bekerja keras sampai pertandingan berakhir. Mereka tidak menyerah dan terus bertarung. Saya rasa itu bagus untuk perkembangan tim kita, dan semoga kita akan lebih baik lagi ke depannya,” ungkap Satoru Mochizuki.
Baca Juga
Rotasi Pemain, Timnas U-17 Indonesia Lumat Mariana Utara 10-0

