Jadi Korban Eksperimen Shin Tae-yong di Timnas Indonesia, Calvin Verdonk Bilang Begini
NIJMEGEN, investortrust.id – Pemain NEC Nijmegen Calvin Verdonk merespons eksperimen yang dilakukan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia. Salah satunya dengan menempatkan dirinya di posisi bek tengah, bukan full back kiri.
Sejak memutuskan membela Timnas Indonesia, Calvin Verdonk telah mendapatkan kesempatan lima kali bermain. Dua di antaranya sebagai bek tengah di sisi kiri dalam skema 3-4-3 atau 3-5-2. Itu terjadi saat Timnas Indonesia jumpa Australia dan China.
Sayang, eksperimen terbaru Shin Tae-yong saat melawan China gagal total. Pasalnya, dua gol China dengan mudah bersarang ke jala Timnas Indonesia memenfaatkan celah di pertahanan.
Baca Juga
Dampak Mundurnya Lebanon Dari Kualifikasi Piala Asia U-17 untuk Timnas U-17 Indonesia
Lalu, apa komentar Calvin Verdonk? “Saya suka sistem itu (bek tengah). Tidak perlu berduel dengan pemain tinggi, banyak menguasai bola, bisa membangun serangan, dan permainan ada di depan anda,” kata Calvin Verdonk, dikutip Forza NEC.
“Saya juga suka bermain di tengah dengan empat bek. Saya akan lebih terlibat di pertandingan dibanding full back kiri. Selain itu, lebih mudah bermain di tengah dalam duel-duel. Sebagai full back, anda sering dituntut cepat, dan ada pemain lincah yang berhadapan dengan anda,” tambah Calvin Verdonk.
Salah satu alasan Shin Tae-yong memainkan Calvin Verdonk di tengah adalah kakinya yang kidal. “Kadang-kadang ada pemain kidal yang melakukan pergerakan ke dalam. Jadi, anda harus lebih banyak berputar-putar. Saya tidak mengatakan saya lebih suka bermain di tengah. Tapi, itu lebih menyenangkan,” pungkas Calvin Verdonk.
Baca Juga
Kenan Yildiz Banjir Kritik, Pelatih Juventus Thiago Motta Beri Pembelaan

