Hanya Metafora, Burung Unta Tak Masukkan Kepala karena Takut
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto mengajak pimpinan politik untuk berani melihat kenyataan. Dia mengajak pimpinan politik untuk tak terlalu puas dan gembira dengan angka-angka statistik.
“ Kita tidak boleh memiliki sikap seperti burung unta yang kalau melihat sesuatu yang tidak enak dia memasukkan kepala dalam tanah. Marilah kita menghadapi kesulitan dengan berani,” ujar Prabowo saat pidato perdananya sebagai presiden di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Jakarta, Minggu (20/10/2024).
Faktanya, sikap burung unta tersebut hanyalah metafora yang disampaikan Prabowo. Burung unta sebenarnya tidak menguburkan kepalanya ke dalam pasir untuk menghindari predator.
Dikutip dari laman Wonder Polis, para ahli hewan mengatakan burung unta yang menguburkan kepalanya hanya mitos. Peradaban Kuno Romawi menggunakan metafora tersebut untuk menggambarkan kepanikan burung unta ketika panik dan menghadapi bahaya.
Sebagai salah satu unggas terbesar, burung unta yang memiliki kepala kecil menggunakannya untuk menggali lubang dangkal di tanah sebagai sarang telurnya.
Peneliti menyebut burung unta menggunakan paruh mereka untuk memutar telur beberapa kali setiap hari. Dari jarak jauh, burung yang membungkuk ke dalam lubang untuk memutar telur bisa tampak seperti menguburkan kepalanya di pasir.
Sementara itu, Science World menulis cara unggas ini menggali tanah untuk telurnya karena burung unta tak membangun sarang. Untuk menghadapi bahaya, burung unta justru menundukkan kepala mereka ke tanah dalam upaya untuk menyatu dengan lingkungan sekitar.
Dengan struktur kaki yang panjang, burung unta mampu berlari dengan kecepatan 70 kilometer per jam. Mereka juga dapat berlari dengan kencang, termasuk dengan zigzag, mengerem, dan berbalik dengan lari cepatnya.

