Liga-Liga di Eropa Gugat FIFA Terkait Piala Dunia Antarklub 2025
BRUSSELS, investortrust.id – Pertarungan hukum terhadap Piala Dunia Antarklub 2025 telah dimulai dengan sungguh-sungguh setelah serikat pemain FIFPro dan liga-liga top Eropa mengajukan gugatan terhadap kebijakan FIFA.
Turnamen tersebut akan berlangsung di Amerika Serikat (AS) pada 15 Juni-13 Juli 2025 sebagai format baru Piala Dunia Antarklub. Turnamen ini tidak akan diikuti enam tim lagi, melainkan 32 tim.
Dengan jadwal dan jumlah pertandingan yang banyak, keluhan semakin semakin meningkat. Sebab, selama ini jadwal pertandingan sudah terlalu padat dan semakin buruk dengan perluasan format Liga Champions, Liga Europa, dan Liga Konferensi Europa. Artinya, beberapa pemain hampir tidak akan mendapatkan waktu istirahat di musim panas.
Kini, kekuatan sepak bola Eropa telah bersatu untuk mengambil Tindakan. FIFPro bergabung dengan liga-liga di Eropa, yang mewakili 39 divisi, termasuk Serie A, La Liga, dan Liga Premier, mengajukan pengaduan hukum kepada Komisi Eropa.
Baca Juga
Italia Menang 4-1 Lawan Israel, Luciano Spalletti Tidak Terlalu Puas
“Ini belum pernah terjadi sebelumnya. Kami menentang legalitas keputusan FIFA untuk secara sepihak menetapkan kalender pertandingan internasional dan, khususnya, keputusan untuk membuat dan menjadwalkan Piala Dunia Antarklub FIFA 2025,” kata Direktur Kebijakan FIFPro Alexander Bielefeld, dilansir Football Italia.
Gugatan itu mendapatkan dukungan total dari Serie A. “Serie A, seperti hampir semua liga Eropa lainnya, tidak menambah jumlah pertandingan dalam 20 tahun terakhir,” ujar CEO Lega Serie A Luigi de Siervo.
“Di sisi lain, FIFA dan UEFA terus meningkatkan dimensi kompetisi mereka, baik untuk klub maupun tim nasional, dan sekarang kita telah mencapai titik jenuh untuk daftar jadwal pertandingan. Masalah kelebihan jadwal pertandingan tidak disebabkan oleh kompetisi domestik. Tapi, oleh FIFA dan UEFA,” tambah Luigi de Siervo.
“Perbedaannya adalah UEFA telah melakukan konsultasi yang signifikan dengan semua pihak sebelum memutuskan. Sementara FIFA memaksakan format barunya tanpa diskusi, konsultasi, atau menerima hubungan apa pun dengan penyelenggara kompetisi lainnya,” tutup Luigi de Siervo.
Baca Juga
Asosiasi Sepak Bola Oman Bela Ahmed Al Kaf Dari Serangan Fans Timnas Indonesia

