Profil Behram Abduweli, Striker Timnas China Dari Etnis Minoritas Uyghur
QINGDAO, investortrust.id – Selain keberadaan pemain-pemain naturalisasi yang menggunakan nama lokal, skuad China melawan Timnas Indonesia juga dihiasi pesepak bola dari etnis minoritas Uyghur. Dia adalah Behram Abduweli.
China akan menghadapi pertandingan lanjutan putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia Grup C melawan Timnas Indonesia di Qingdao Youth Football Stadium, Selasa (15/10/2024) malam WIB.
Ini bukan pertandingan mudah bagi The Dragon karena pasukan Garuda tidak bisa dipandang sebelah mata. Jika China selalu gagal mendapatkan poin dari tiga pertandingan awal, Timnas Indonesia mampu mengumpulkan 3 poin dari tiga hasil imbang.
Untuk mencoba menghadang laju Timnas Indonesia, China memanggil banyak pemain terbaiknya. Selain pemain naturalisasi asal Brasil bernama lokal Fei Nanduo alias Fernandinho, Branko Ivankovic selaku pelatih juga menggunakan jasa Behram Abduweli.
Baca Juga
Banyak yang salah paham dengan Behram Abduweli. Fans sepak bola di luar China menganggap penyerang Shenzhen Peng City itu sebagai pemain naturalisasi dari Maroko atau Aljazair. Tapi, faktanya tidak! Behram Abduweli adalah pemain asli China. Kok, bisa?
Behram Abduweli lahir di Yining, 8 Maret 2003. Itu adalah kota di daerah otonomi Xinjiang yang dihuni mayoritas etnis Uyghur.
Behram Abduweli memulai karier bersama tim asal Inner Mongolia, Shengle Mengyang, pada 2015. Lalu, pada Oktober 2021, dia pindah ke klub Liga Super China, Shandong Taishan. Sempat dipinjamkan ke Jinan Xingzhou dan Sichuan Jiuniu, Behram Abduweli kemudian bergabung dengan Shenzhen Peng City.
Performa di klub membawa Behram Abduweli ke tim nasional junior China. Dia menjadi satu dari tujuh pemain Uyghur di Timnas U-20 China pada 2022-2023. Enam lainnya adalah Sherzat Nur, Mutellip Iminqari, Afrden Asqer, Rehmitulla Shohret, Mewlan Mijit, dan Abdulla Adil.
Namun, di antara keenam rekan sekampung halaman, hanya Behram Abduweli yang dipanggil ke Kualifikasi Piala Dunia 2026. Debutnya terjadi pada 6 Juni 2024 melawan Thailand. Dia masuk menggantikan Gao Tianyi pada menit 29. Lalu, pada menit 79, tembakannya dibelokkan Zhang Yuning untuk mencetak gol penyeimbang China.
Bagi Pemerintah China, kehadiran Behram Abduweli dan enam pemain Uyghur lainnya sangat menguntungkan. Mereka jadi alat kampanye nyata untuk melawan isu pelanggaran HAM yang dilakukan kepada etnis minoritas di Xinjiang.
Baca Juga
Cedera, Gelandang Arsenal Bukayo Saka Mundur Dari Timnas Inggris Lawan Finlandia

