Juara MotoGP Mandalika, Jorge Martin Beberkan Kunci Rahasianya
MATARAM, investortrust.id – Pembalap Pramac Racing Jorge Martin mengaku termotivasi memenangkan Main Race MotoGP Mandalika setelah jatuh pada Sprint Race sehari sebelumnya.
Pertamina Grand Prix of Indonesia di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Minggu (29/9/2024) siang WIB, berlangsung dengan semarak dan penuh kecelakaan. Para pembalap MotoGP terbaik di bumi bertarung untuk menjadi pemenangan.
Hasilnya, Jorge Martin menjuarai Main Race setelah start pole position. The Martinator mencatatkan waktu terbaik 41 menit 4,389 detik. Pemuda Spanyol itu mengalahkan mengalahkan Pedro Acosta dengan selisih waktu +1,404 detik dan Francesco Bagnaia (+5,595).
Hebatnya, kemenangan balapan utama MotoGP Mandalika didapatkan setelah Jorge Martin sempat terjatuh saat memimpin sesi Sprint Race. “Ya, saya membalas dendam dari Mandalika,” ujar Jorge Martin, di situs resmi MotoGP.
Baca Juga
Hasil MotoGP Mandalika, Jorge Martin Kalahkan Pedro Acosta dan Francesco Bagnaia
Apa maksudnya? “Setelah kecelakaan musim lalu, balapan hari ini sulit, dan juga setelah kecelakaan kemarin (Sprint Race). Setelah 13 putaran, saya memikirkan hantu di tikungan 11, dan kemudian setiap putaran di tikungan 16. Saya berusaha sangat berhati-hati. Kami mendapat banyak angin dari samping di bagian itu,” ungkap Jorge Martin.
“Saya kesulitan berbelok. Rasanya seperti mengendarai skuter. Saya tahu saya kalah banyak di bagian itu dari Pedro Acosta. Tapi, saya berpikir jika saya kalah di sini, saya akan menyalip di bagian lain,” tambah Jorge Martin.
Jorge Martin mendapat tekanan keras dari Pedro Acosta di paruh pertama balapan. Buktinya, keunggulannya turun menjadi kurang dari delapan persepuluh pada satu tahap. Pembalap Pramac Racing itu akhirnya unggul 1,4 detik di garis finish, meskipun selisihnya membengkak menjadi lebih dari 2 detik sebelum putaran terakhir.
“Saya pikir saya sangat berhati-hati memahami situasi di awal balapan dan kemudian mencoba untuk menyalip sedikit lebih keras di setiap putaran. Pedro Acosta luar biasa. Dia menyalip. Bahkan di putaran-putaran yang saya coba untuk memperkecil jarak, dia bertahan di bawah 1 detik,” ujar Jorge Martin.
“Jadi, yang pasti dia kuat dan saya senang saya tampil sangat baik. Maksud saya, saya selalu berusaha untuk tetap tenang. Saya mencoba menjadi versi terbaik saya. Bahkan, jika pembalap di belakang hanya sepersepuluh atau delapan, penting untuk melakukan hal yang sama,” pungkas Jorge Martin.
Baca Juga

