Pemerintah Cawe-Cawe Urusan Sepak Bola, Inggris Terancam Hukuman UEFA
LONDON, investortrust.id – UEFA telah memperingatkan Inggris dengan konsekuensi berat jika pemerintah tidak menghentikan cawe-cawe urusan sepak bola. Pencoretan dari kompetisi UEFA menjadi hukuman yang bakal dijatuhkan.
Masalah di sepak bola Inggris muncul dari proposal pembentukan Regulator Sepak Bola Independen (IFR). Itu diajukan langsung oleh Perdana Menteri Inggris yang baru, Sir Keir Starmer.
Tidak main-main, IFR ini telah disetujui dua partai politik utama yang ada di pemerintahaan Inggris, yaitu Partai Buruh dan Partai Konservatif. Bahkan, organisasi baru ini telah diajukan sejak tahun lalu saat pemerintahan yang lama masih dipimpin Rishi Sunak.
Tugas lembaga ini akan tumpeng tindih dengan Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA). IFR akan mengawasi sistem perizinan untuk memastikan klub-klub Inggris dioperasikan secara berkelanjutan, mengambil alih serta memperkuat proses uji pemilik atau direktur klub, dan memberi para suporter porsi suara yang lebih besar dalam pengambilan keputusan-keputusan penting.
Baca Juga
Jadon Sancho Moncer di Laga Debut Chelsea, Eks Rekan Setim Beri Pujian
Dilaporkan The Telegraph, UEFA merespons proposal IFR dengan keras. Sekretaris Jenderal (Sekjen) UEFA Theodore Theodoridis telah menyurati Sekretaris Negara Inggris Bidang Budaya, Media, dan Olahraga, Lisa Nandy, untuk mengingatkan independensi FA.
“Kami masih memiliki kekhawatiran karena peraturan sepak bola seharusnya dikelola oleh asosiasi nasional. Satu hal yang menjadi sorotan khusus adalah persyaratan mendasar UEFA, yaitu tidak boleh ada campur tangan pemerintah dalam penyelenggaraan sepak bola,” bunyi kutipan surat UEFA.
Belum ada respons resmi dari pemerintahan baru Inggris. Tapi, kemungkinan besar mereka akan mematuhinya. Sebab, ada konsekuensi serius yang harus ditanggung Liga Premier dan The Three Lions.
“Kami memiliki aturan khusus yang mencegah hal-hal seperti ini terjadi, demi menjamin otonomi olahraga dan keadilan kompetisi olahraga. Sanksi terberat untuk pelanggaran tersebut adalah mengeluarkan asosiasi (FA) dari UEFA dan mengeluarkan tim-tim dari kompetisi,” lanjut kutipan tersebut.
Baca Juga
Negosiasi Lancar, Adrien Rabiot Kembali ke Ligue 1 Gabung Olympique Marseille

