Pantang Menyerah! Kisah Inspiratif Sven-Goran Eriksson Berjuang Melawan Kanker
LONDON, investortrust.id – Lama tak terdengar, mantan pelatih Timnas Inggris Sven-Goran Eriksson ternyata sedang berjuang melawan kanker. Pelatih legendaris Swedia itu mengaku tidak mau menyerah begitu saja.
Pada sebuah masa, Sven-Goran Eriksson adalah pelatih yang sangat dihormati. Jika mengacu pada era terkini, kehebatan dan popularitasnya sama dengan Pep Guardiola, Jose Mourinho, atau Juergen Klopp. Itu karena metode, taktik, dan gelar yang dimiliki.
Karier panjang dijalani Sven-Goran Eriksson di sepak bola. Setelah menjadi pelatih yang sangat sukses di Serie A, dia kemudian didaulat menukangi Inggris. Sven-Goran Eriksson adalah pelatih asing pertama yang bekerja untuk The Three Lions. Dia memimpin tim ke perempat final Piala Dunia 2002, Piala Dunia 2006, dan Euro 2004
Sayang, pelatih berusia 75 tahun harus mengakhiri karier hebatnya karena didiagnosis kanker setahun yang lalu. Saat itu, dia menjabat sebagai direktur olahraga di salah satu klub lokal Swedia, Karlstad.
Vonis itu membuat Sven-Goran Eriksson berhenti bekerja dan memutuskan melawan kanker dengan penuh semangat. “Saya akan menolaknya selama saya bisa. Saya mengidap penyakit serius. Kasus terbaik dalam setahun, kasus terburukku jauh lebih sedikit. Sulit untuk mengatakannya secara pasti. Jadi, lebih baik tidak memikirkannya,” ujar Sven-Goran Eriksson kepada Radio Swedia P1.
Dengan pengalaman manis dan pahit di sepak bola selama puluhan tahun, Sven-Goran Eriksson tidak menganggap kanker sebagai penyakit yang mematikan.
Baca Juga
Ternyata, Inilah Alasan Thomas Tuchel Datangkan Eric Dier ke Bayern Muenchen
“Saya menjalani kehidupan normal. Saya tidak di rumah sakit. Saya kadang-kadang berobat. Tapi, saya tinggal di rumah dan saya punya teman di sini. Natal dan Tahun Baru, seluruh keluarga ada di sini, banyak orang,” kata Sven-Goran Eriksson kepada Sporting Witness dari BBC World Service.
“Saya akan keluar untuk mencoba dan berolahraga sebanyak mungkin, yang jumlahnya lebih sedikit dibandingkan satu tahun yang lalu. Tapi, saya memiliki kehidupan yang normal,” tambah Sven-Goran Eriksson.
“Ketika anda mendapat pesan seperti itu (vonis kanker), anda menghargai setiap hari dan anda bahagia ketika bangun di pagi hari. Lalu, anda merasa baik-baik saja. Jadi, itulah yang saya lakukan,” beber Sven-Goran Eriksson.
Sven-Goran Eriksson menjelaskan bagaimana dirinya bisa berurusan dengan penyakit aneh ini. “Saya pikir saya sehat sepenuhnya. Tapi, tiba-tiba saya terkena stroke kecil sehingga saya terjatuh dan anak-anak saya membawa saya ke rumah sakit,” ujar Sven-Goran Eriksson.
“Setelah satu hari pemeriksaan, mereka mengatakan kepada saya bahwa saya terkena lima kali stroke ringan. Tapi, mereka mengatakan tidak masalah, kamu akan pulih 100%. Tapi, yang lebih parah adalah mereka mengatakan saya menderita kanker yang tidak dapat mereka sembuhkan,” ungkap Sven-Goran Eriksson.
“Mereka bilang mereka akan memberi saya pengobatan dan obat-obatan agar saya bisa hidup selama mungkin. Saya mendapat diagnosis itu dan sayangnya mereka tidak bisa menyembuhkannya,” beber Sven-Goran Eriksson.
Baca Juga
Rp 150 Miliar! Nilai Pasar Seluruh Pemain Timnas Indonesia di Piala Asia 2023

