Begini Penampakan Kota Tua setelah Revitalisasi
JAKARTA, investortrust.id – Sudah setahun lebih kawasan Kota Tua, Jakarta dibuka kembali untuk umum setelah rampung direvitalisasi. Lantas, bagaimana penampakan kawasan wisata bersejarahtersebut?
Berdasarkan pantauan investortrust.id di lokasi, kawasan Kota Tua yang direvitalisasi di antaranya yang berada persis di seberang Stasiun Jakarta Kota. Kota Tua saat ini tampak lebih bersih, lebih nyaman, lebih lega, dan lebih rapi.
Salah satu pengunjung, Desi, mengungkapkan, dirinya lebih menyukai berwisata di kawasan Kota Tua Jakarta setelah ditata seperti sekarang. ”Soalnya, dengan kondisi seperti ini, saya lebih leluasa untuk berkunjung ke sini, apalagi Kota Tua sekarang mudah diakses oleh transportasi umum,” tutur dia saat ditemui investortrust.id di lokasi, Selasa (17/10/2023).
Baca Juga
Terimbas Cuaca Panas, Objek Wisata Pulau Situ Gintung 3 Sepi Pengunjung
Desi juga bersyukur lanskap Kota Tua tidak berubah setelah direvitalisasi. Fasilitas publik di Kota Tua juga cukup lengkap.
“Ya lebih senang setelah dibenerin, untungnya sih sampai sekarang kondisinya masih sama. Kami yang main ke sini jadi lebih enak dan nyaman. Sekarang kan nggak ada kendaraan yang lalu-lalang di tengah jalan sini,” ucap Desi.
Sekarang Ramai Pengunjung
Setelah direvitalisasi, kawasan Kota Tua Jakarta ramai pengunjung. Yang datang ke sana umumnya wisatawan bersepeda. Banyak pula yang hanya duduk-duduk sambil menikmati panorama bangunan-bangunan kuno.
Baca Juga
Suhu di Kabupaten Bekasi Sentuh 34 Derajat Celcius, Wisatawan Ngadem di Museum
Pengunjung bisa membawa sepeda sendiri, bisa pula menyewanya di lokasi. Di lokasi juga ada ‘manusia patung’. Pengunjung bisa berfoto atau memberikan uang agar manusia patung beratraksi.
Erik, salah satu manusia patung yang ditemui investortrust.id, mengatakan, kondisi Kota Tua jauh lebih baik setelah direvitalisasi. Selain lebih rapi, Kota Tua sekarang lebih luas dan nyaman sebagai objek wisata.
“Sekarang lebih rapi, bersih, dan lega. Kalau pendapatan saya sama aja sih. Kalau hari biasa memang sepi, tapi kalau weekend lumayan ramai,” kata Erik yang tidak bersedia menyebutkan pendapatannya dari jasa memerankan manusia patung.
Era Ali Sadikin hingga Anies
Berdasarkan catatan investortrust.id, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuka kembali kawasan kawasan Kota Tua sejak 10 September 2022 setelah kota bersejarah itu selesai direvitalisasi. Revitalisasi Kota Tua dilakukan sejak 1972 atau mulai era Gubernur DKI, Ali Sadikin.
Baca Juga
Outlook Parekraf 2024 Terbit, Pelaku Usaha Wisata Wajib Baca
Pada 2013, Jokowi yang saat itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, resmi menunjuk konsorsium swasta untuk merevitalisasi Kota Tua. PT Pembangunan Kota Tua Jakarta (Jakarta Old Town Revitalization Corporation/JOTRC) ditunjuk menjadi pelaksana pengembangan Kota Tua sebagai Zona Ekonomi Khusus. Proyek tersebut diresmikan pada 13 Maret 2014.
Program revitalisasi Kota Tua dilanjutkan pada era Gubernur Anies Baswedan. Luas wilayah revitalisasi mencapai 284 ha, terdiri atas 85 gedung. Revitalisasi Kota Tua antara lain mencakup Pasar Hexagon, pengendalian banjir kanal Museum Bahari, penataan Kali Besar Timur, dan penataan pedestrian.
Trotoar sejumlah ruas jalan di Kota Tua juga dirombak, seperti Jl Ketumbar, Jl Kemukus, dan Jl Lada Dalam. Sejumlah kampung di Kawasan Kota Tua pun dibangun, di antaranya Kampung Susun Akuarium, Kampung Susun Kunir, dan Kampung Susun Tongkol.
Setelah direvitalisasi, Kota Tua lebih ramah pejalan kaki. Selain itu, udara di Kota Tua lebih baik karena objek wisata tersebut ditetapkan sebagai kawasan bebas dari kendaraan bermotor. Kota Tua kini bersih dan nyaman karena keberadaan pedagang kaki lima lebih tertata.
Kecuali itu, Pemprov DKI mengintegrasikan Stasiun Jakarta Kota di Kawasan Kota Tua dengan Transjakarta. Dengan demikian, masyarakat memiliki banyak akses dan dimudahkan ketika hendak mengunjungi Kota Tua menggunakan transportasi umum. (CR-9)

