Tahun depan Indonesia Menjadi Locus Clinical Trial 3 Vaksin TBC
JAKARTA, investortrust.id - Berdasarkan data WHO, Indonesia tercatat sebagai negara dengan kasus penyakit Tuberculosis (TB) kedua tertinggi di dunia setelah India. Dikatakan, jumlah penderita sekitar 969.000 orang dengan kasus kematian 93.000 per tahun, atau setara 11 kematian per jam.
Harapannya, setiap penyakit menular memiliki vaksin sebagai solusi pengobatan agar 70% kasus bisa terimunisasi hingga terbentuk herd immunity. Pengobatan TBC dengan vaksin sebenarnya telah dilakukan sejak dahulu di awal tahun 1900-an yang dirintis oleh Robert Hooke, tetapi berefikasi rendah dan pemerintah menyadarinya.
Baca Juga
Berkenaan dengan tingginya kasus TBC di tanah air dan pencanangan Indonesia 0 kematian akibat TB pada 2030, pemerintah kemudian menargetkan percepatan. Tahun depan, Kemenkes RI merencanakan Indonesia menjadi locus clinical trial tiga vaksin TBC.
Pertama, vaksin TBC yang diriset oleh GlaxoSmithKline (GSK) yang kemudian diambil alih oleh Bill and Melinda Gates Foundation. “Saat ini sedang dalam proses melakukan clinical trial di Indonesia, Kemenkes bekerja sama dengan Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM),” ujar Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin di acara Podcast BPJS Kesehatan, pada Rabu (15/11/2023).
Kedua, vaksin TBC yang diproduksi oleh BioNTech (Biofarma), perusahaan yang pada saat pandemik COVID-19 lalu meluncurkan vaksin Pfizer. Vaksin TBC yang akan dikembangkan oleh perusahaan start up asal Jerman ini berbasis teknologi mRNA. Mereka telah melakukan clinical trial fase 1, dan sekarang Indonesia sedang dalam proses finalisasi untuk menjadi tempat clinical trial fase 2 untuk vaksin TBC berbasis teknologi mRNA tersebut.
Ketiga, vaksin TBC yang direncanakan akan bekerja sama dengan perusahaan farmasi asal China, yakni CanSino Biologics. China telah mengembangkan vaksin TBC dan akan menjadikan Indonesia sebagai locus clinical trial fase 1. Vaksin ini berbasis teknologi viral vector, seperti teknologi vaksin COVID-19 Astrazeneca.
Budi Gunadi Sadikin menambahkan, terkait alokasi anggaran untuk program pengentasan TBC, pihaknya memperoleh donasi dari sejumlah pihak, seperti United States Agency for International Development (USAID) senilai 70 juta Dolar AS. Selain akan dimanfaatkan oleh pihak pemerintah, anggaran tersebut juga akan disalurkan kepada lembaga-lembaga masyarakat yang turut membantu mengatasi kasus TBC di Indonesia.

