Ketika Komodo Project Sukses ‘Bius’ Penonton di Habibie & Ainun Library lewat Instrumen Musik Tradisional
JAKARTA, investortrust.id - Komodo Project yang didirikan oleh Gilang Ramadhan memperlihatkan suguhan musik tradisional Indonesia. Grup musik ini tampil bersama musisi lainnya, yakni Ivan Nestorman dan Adi Dharmawan.
Bertempat di The Habibie & Ainun Library, Komodo Project juga menampilkan sejumlah musisi lokal dengan berbagai alat musik ciri khas daerah mereka masing-masing, di antaranya ada Ivan Nestorman dengan Sasandu dari NTT Flores.
Kemudian adapula Yoyon Darsono yang mempersembahkan kecapi dan suling dari Jawa Barat, dan Irul Safariz dengan gambus dari Riau, Sumatera.
Pertunjukan musik ini dihadiri langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno. Kedatangannya pun disambut meriah para tamu undangan, dan juga khususnya oleh penanggungjawab IndoFringe, yakni Sachin Gopalan dan Ilham Habibie.
Gilang Ramadhan menceritakan bahwa musik yang disajikan oleh Komodo Project pada perhelatan ini adalah menggabungkan musik modern dengan instrumen-instrumen tradisional dari berbagai macam daerah dengan alat-alat musik tradisional juga.
Baca Juga
Hadiri Komodo Project, Sandiaga Uno: Semoga Kalian Menikmati Konser Musik Ini
“Kami mix sedemikian rupa, menjadi sesuatu hal yang kontemporer,” ucap Gilang kepada Investortrust.id, Minggu (19/11/2023).
Selain pertunjukan untuk menghibur, Gilang pun menginginkan para tamu undangan yang hadir untuk mengetahui alat-alat musik tradisional dari berbagai macam daerah di Tanah Air. Hal itu menurutnya akan menjadi pertunjukan menarik di hadapan sejumlah duta besar (dubes).
“Saya mau memperkenalkan alat musik yang sebegitu banyaknya alat musik tradisional di Indonesia. Dan malam ini ada beberapa dubes yang orang-orang asing, yang mungkin mereka belum mengenal Indonesia,” terangnya.
“Ini saatnya kami ingin mempresentasikan sesuatu yang mereka belum pernah lihat atau dengar dengan atmosfir, harmoni yang mungkin mereka sudah dengar yaitu musik barat, tapi kita memberikan elemen-elemen dari tradisionalnya supaya mereka juga rasa dan entertaint yang baru, dan sesuatu hal yang segar buat mereka,” tambah Gilang.
Pada sesi pertunjukan pertama, salah satu musisi tradisional yang memainkan kecapi serta suling memperlihatkan kepada para hadirin atau tamu undangan cara memainkan alat musik tersebut, dan bagaimana suara merdu itu dihasilkan.
“Namanya suling degung, suaranya seperti begini. Saya juga main kecapi, ini kecapi siter. Nah sekarang mau mencoba memainkan suling degung dengan kecapi suling bersama,” ucapnya yang disambut tepuk tangan gemuruh dari penonton, Minggu (19/11/2023).
Dalam sesi kedua, Komodo Project mempersembahkan lantunan instrumen musik tradisional dari berbagai macam daerah, yakni di antaranya ada Aceh, Toba, Minangkabau, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi, Ambon, Bali, Lombok, hingga Papua.
Pertunjukan kedua sekaligus penutup dari pertunjukan musik Komodo Project ini langsung membuat para tamu undangan berdecak kagum dengan memberikan tepuk tangan meriah, serta terlihat Sandiaga Uno mengacungkan kedua jempolnya. (CR-9)

