Andoni Iraola Ungkap Penyebab Inkonsistensi Liverpool di Awal Musim Liga Premier
Poin Penting
|
LIVERPOOL, investortrust.id – Pelatih Liverpool Andoni Iraola mengungkap masalah utama timnya kurang konsisten di awal musim Liga Premier. Pria asal Spanyol itu menilai timnya harus memperbaiki pressing agar bisa merebut bola lebih tinggi dan menciptakan peluang dengan lebih mudah.
Liverpool gagal melanjutkan momentum positif setelah hanya bermain 0-0 melawan Fulham di Anfield, akhir pekan lalu. Hasil tersebut menjadi langkah mundur setelah The Reds sebelumnya meraih kemenangan atas Ipswich Town dan Atletico Madrid.
Menghadapi Fulham, Liverpool memang lebih dominan dalam penguasaan bola, tetapi kesulitan menghasilkan ancaman berarti. Victor Munoz sempat membentur mistar, sementara lini depan The Reds tidak mampu menemukan celah untuk mencetak gol.
Baca Juga
Belum Berhenti Cetak Gol, Donyell Malen Bantu AS Roma Dominasi Serie A
Bagi Iraola, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan penyelesaian akhir. Dia melihat Liverpool terlalu sering merebut bola di area yang lebih dalam sehingga serangan balik dan proses membangun serangan menjadi lebih sulit.
"Dibandingkan laga-laga sebelumnya, kami merebut bola jauh lebih dalam di lapangan. Satu-satunya peluang besar yang mengancam kami adalah ketika tendangan gawang kami kacau, setelah kami bertahan dengan baik," kata Iraola, dilansir BBC Sport.
"Tapi kami memang merebut bola jauh lebih rendah dan ketika ini terjadi, Anda harus selalu menyerang lawan 11 pemain dan itu lebih menyulitkan," tambah Iraola.
Iraola menjelaskan Liverpool sebenarnya memiliki pola permainan yang berbeda ketika pressing berjalan efektif. Dengan merebut bola di wilayah lawan, The Reds dapat langsung melakukan transisi sebelum lawan memiliki cukup pemain untuk membangun pertahanan.
"Di laga-laga sebelumnya, kami bisa merebut bola di posisi yang jauh lebih tinggi lalu melakukan transisi cepat, dan kami bisa menyerang saat pemain lawan lebih sedikit, menggunakan ruang dengan lebih baik, dan inilah kunci sistem kami," beber Iraola.
Hasil imbang dengan Fulham membuat Liverpool belum mampu meraih kemenangan kandang di Premier League musim ini. The Reds juga mencatat hasil imbang dalam tiga dari empat pertandingan liga terkini, sehingga Iraola masih memiliki pekerjaan besar untuk membuat permainan Liverpool lebih agresif.
Masalah tersebut menjadi semakin penting karena Liverpool memiliki target tinggi pada musim ini. Dengan kualitas pemain yang dimiliki, Iraola dituntut menemukan kembali pressing agresif yang menjadi salah satu pondasi utama sistem permainannya.
"Kami perlu memulihkan bola setinggi mungkin di lapangan. Sebab, itu jauh lebih memudahkan penyerangan. Kami punya situasi satu lawan satu atau menghadapi lebih sedikit pemain ketimbang saat merebut bola di area sendiri," tutup Iraola.
Baca Juga
Operator dan Asisten VAR yang Sahkan Gol Erling Haaland Dihukum FA
