Maju Terus Pantang Mundur, UEFA Belum Cabut Seruan Boikot Kompetisi FIFA
Poin Penting
|
NYON, investortrust.id – UEFA menegaskan ancaman boikot terhadap berbagai kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia, belum dicabut meski FIFA telah membatalkan rencana kontroversial menjual sebagian saham komersial Piala Dunia kepada investor swasta.
Sebelumnya, UEFA telah menyatakan kehilangan kepercayaan terhadap Gianni Infantino setelah FIFA mengusulkan pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE), sebuah perusahaan yang dirancang untuk menjual sekitar 20 persen saham komersial Piala Dunia kepada investor swasta.
Dalam skema tersebut, FIFA berencana menghimpun dana melalui valuasi perusahaan sebesar US$20 miliar (Rp326 triliun) dengan melepas 20 persen sahamnya.
Baca Juga
Tampil Solid, Maarten Paes Bantu Ajax Menang di Liga Konferensi UEFA
Namun, rencana itu memicu penolakan keras dari berbagai konfederasi, liga, dan federasi sepak bola dunia hingga akhirnya dibatalkan. FIFA kemudian mengakui adanya kesalahan dalam proses penyusunan proposal.
Organisasi pimpinan Gianni Infantino itu mengirim surat permintaan maaf kepada Dewan FIFA dan seluruh asosiasi anggota serta berjanji memperbaiki tata kelola agar kejadian serupa tidak terulang.
Permintaan maaf FIFA ternyata tidak membuat UEFA luluh. Mereka menilai pencabutan proposal saja belum cukup mengakhiri polemik. Organisasi tersebut menegaskan akan tetap mempertahankan posisinya sampai FIFA memberikan jaminan konkret mengenai transparansi dan tata kelola dalam setiap kebijakan yang menyangkut masa depan sepak bola dunia.
UEFA menyatakan sikapnya tidak berubah sampai FIFA memenuhi dua tuntutan utama. Pertama, proposal penjualan hak komersial kompetisi utama harus dibatalkan sepenuhnya. Kedua, FIFA wajib memberikan jaminan bahwa kebijakan serupa yang dinilai dapat merusak sepak bola tidak akan pernah kembali diajukan.
"Bagi kami, tidak ada yang berubah (ancaman boikot). Pertama, proposal penjualan kompetisi utama harus dibatalkan sepenuhnya. Kedua, harus ada jaminan bahwa upaya yang dapat merusak sepak bola seperti itu tidak akan pernah dilakukan lagi. Syarat-syarat tersebut belum dipenuhi," bunyi pernyataan UEFA yang dikutip The Guardian.
Baca Juga
Gelandang Timnas Indonesia Marc Klok Tegaskan Pentingnya Kemenangan Lawan Singapura

