Deteksi Dini Gangguan Kaki Masih Rendah, Siloam Ajak Masyarakat Tak Abaikan Keluhan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini gangguan kaki dan menggunakan alas kaki yang tepat masih minim. Menurut Dokter Spesialis Orthopaedi Subspesialis Kaki dan Pergelangan Kaki (Foot & Ankle) Siloam Hospitals Mampang dr. Astuti Pitarini hal tersebut tantangan terbesar dalam penanganan masalah kaki selama ini.
Hal tersebut disampaikan Astuti pada acara peluncuran kampanye "Step Well, Move Better" yang diinisiasi oleh Siloam Hospitals Mampang dan Bocorocco. Kampanye ini berisikan sesi edukasi bertajuk "Merdeka Bergerak: Siloam Hospitals Mampang Menemani Kaki Sehatmu Melangkah Setiap Hari", yang mempertemukan dokter spesialis orthopaedi dan dokter spesialis kedokteran olahraga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai deteksi dini gangguan kaki.
Pasalnya, kaki berperan lebih dari sekadar menopang berat badan. Struktur tulang, sendi, ligamen, tendon, dan otot pada kaki bekerja secara terintegrasi untuk menjaga keseimbangan, menyerap benturan, serta mendistribusikan beban tubuh saat bergerak. Ketika terjadi gangguan pada struktur tersebut, perubahan distribusi tekanan dapat meningkatkan beban pada pergelangan kaki, lutut, panggul, hingga tulang belakang dan memicu berbagai keluhan muskuloskeletal lainnya.
Dalam penanganan masalah kaki, Astuti menyebutkan masih banyaknya masyarakat yang enggan berkonsultasi secara medis ke dokter dan memilih berbagai alternatif lain terlebih dahulu. Selain itu, di era media sosial yang semakin terbuka, masih terdapat kesenjangan informasi (information gap) antara masyarakat dan tenaga medis.
Informasi kesehatan yang diterima masyarakat melalui berbagai platform digital sering kali belum utuh atau kurang tepat, sehingga pemahaman mengenai kondisi yang dialami maupun penanganan yang seharusnya dilakukan menjadi kurang optimal.
"Kami cukup sering menjumpai pasien bunion yang sebenarnya telah mengalami keluhan selama bertahun-tahun, namun baru mencari pertolongan ketika saran-saran yang didapat melalui media sosial tidak bermanfaat dan nyeri mulai mengganggu aktivitas sehari-hari atau bentuk kaki semakin progresif berubah," ujarnya di Siloam Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (4/8/2026).
Baca Juga
MRCCC Siloam Semanggi Hadirkan 4 Teknologi AI untuk Deteksi dan Terapi Kanker
Dari perspektif kedokteran olahraga, kaki merupakan titik awal dari setiap pergerakan tubuh. Kondisi kaki yang tidak optimal dapat memengaruhi stabilitas, efisiensi gerak, serta meningkatkan risiko cedera seperti ankle sprain, tendinitis Achilles, hingga overuse injury, baik pada individu yang aktif berolahraga maupun masyarakat umum.
Dalam kesempatan yang sama, Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga Konsultan Siloam Hospitals Mampang dr. Antonius Andi Kurniawan mengungkapkan, banyak cedera semacam ini sebenarnya bisa dicegah, namun sering kali baru disadari setelah aktivitas sehari-hari mulai terganggu.
Menjaga kesehatan kaki, katanya, tidak hanya dilakukan ketika muncul keluhan, tetapi juga melalui langkah preventif, termasuk memilih alas kaki yang sesuai dengan bentuk kaki, jenis aktivitas, dan intensitas penggunaan.
"Sepatu atau alas kaki bukan sekadar pelengkap penampilan. Bagi kami di bidang kedokteran olahraga, alas kaki merupakan bagian dari strategi pencegahan cedera. Tanpa dukungan yang tepat, risiko cedera seperti ankle sprain atau overuse injury bisa meningkat dan berdampak pada aktivitas jangka panjang. Pemilihan alas kaki yang tepat dapat membantu memberikan stabilitas, mengurangi tekanan berlebih pada kaki, serta mendukung seseorang tetap aktif bergerak dengan aman dalam jangka panjang”, paparnya.

