Kembali Dari Piala Dunia 2026, Bintang Australia Cristian Volpato Positif Kokain
Poin Penting
|
SYDNEY, investortrust.id – Gelandang Australia di Piala Dunia 2026 Cristian Volpato menghadapi masalah hukum setelah diduga positif menggunakan kokain seusai dua kali dihentikan polisi karena melaju melebihi batas kecepatan di Sydney dalam satu malam pada Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 23.05 waktu setempat.
Volpato baru saja tampil bersama Australia di Piala Dunia 2026. Dia bermain dalam tiga dari empat pertandingan Socceroos sebelum langkah tim tersebut terhenti di babak 32 besar setelah kalah adu penalti dari Mesir.
Sebelumnya, pemain kelahiran Australia yang benar di Italia itu sempat membela tim junior Italia sebelum memutuskan berganti asosiasi sepak bola ke Australia pada Mei 2026, hanya beberapa pekan sebelum skuad Socceroos untuk Piala Dunia diumumkan.
Baca Juga
Pramusim Maarten Paes di Ajax Amsterdam Diganggu Rumor Marc-Andre ter Stegen
Di level klub, Volpato memperkuat Sassuolo sejak 2023. Pada musim lalu dia tampil dalam 24 pertandingan Serie A dan membantu klubnya mengakhiri kompetisi di peringkat ke-11.
Sialnya, setelah kembali dari Amerika Serikat, Volpato justru tersandung kasus narkoba. Menurut keterangan Kepolisian New South Wales, pemain berusia 22 tahun itu pertama kali diberhentikan saat mengendarai BMW Coupe di Jembatan Anzac.
Polisi menyebut Volpato melaju dengan kecepatan antara 86 hingga 94 km/jam di kawasan yang memiliki batas maksimum 60 km/jam. Saat itu dia menjalani tes kadar alkohol di tempat dan hasilnya dinyatakan negatif.
Namun, sekitar 2 jam kemudian Volpato kembali dihentikan polisi di ruas jalan yang sama setelah diduga memacu kendaraannya hingga 109 km/jam di zona dengan batas kecepatan 60 km/jam. Dalam pemeriksaan kedua ini, polisi menyatakan hasil tes cairan mulut menunjukkan dugaan positif kokain.
Kepolisian New South Wales mengonfirmasi Volpato telah dikenai surat tilang karena melanggar batas kecepatan. Selain itu, surat izin mengemudi internasional miliknya juga ditangguhkan selama enam bulan sehingga dia tidak diperbolehkan mengemudi di wilayah New South Wales.
Selain itu, proses hukum masih berlanjut. Polisi telah mengambil sampel cairan mulut kedua untuk menjalani pemeriksaan laboratorium guna memastikan hasil tes awal. Dia terancam penjara karena kokain termasuk jenis narkotika yang dilarang dikonsumsi di seluruh wilayah Australia.
Baca Juga
Rumor Transfer, Barcelona Tawar Striker Atletico Madrid Julian Alvarez Rp1,9 Triliun
