Resmi Berakhir, Inilah Warisan Didier Deschamps Selama 14 Tahun Melatih Prancis
Poin Penting
|
MIAMI, investortrust.id – Kekalahan 4-6 dari Inggris pada perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2026 menandai berakhirnya era Didier Deschamps sebagai pelatih tim nasional Prancis. Setelah 14 tahun memimpin Les Bleus, juru taktik berusia 57 tahun itu menutup pengabdiannya dengan sederet prestasi membanggakan.
Laga melawan Inggris di Hard Rock Stadium, Miami, Minggu (19/7/2026) dini hari WIB, menjadi yang ke-185 sejak ditunjuk sebagai pelatih Les Bleus pada Juli 2012. Sebelumnya, mantan gelandang bertahan itu juga memiliki karier gemilang bersama Prancis sebagai pemain dengan koleksi 103 penampilan.
Sama seperti saat bermain, Deschamps juga punya catatan keren sebagai pelatih Prancis. Selama menangani Les Bleus, dia membukukan 122 kemenangan, 35 hasil imbang, dan 30 kekalahan. Timnya juga tampil produktif dengan mencetak 404 gol dan hanya kebobolan 180 gol.
Baca Juga
Cetak Sejarah Peringkat 3 Piala Dunia 2026, Masa Depan Inggris Cerah
Puncak kesuksesan Deschamps datang pada Piala Dunia 2018 di Rusia. Saat itu, Prancis mengalahkan Kroasia 4-2 pada final di Moscow untuk merebut gelar juara dunia kedua sepanjang sejarah negara tersebut.
Empat tahun berselang, Deschamps kembali mengantarkan Les Bleus ke final Piala Dunia 2022. Sayang impian mempertahankan gelar pupus setelah kalah dari Argentina melalui adu penalti seusai bermain imbang 3-3 hingga perpanjangan waktu.
Selain sukses di Piala Dunia, Deschamps juga mempersembahkan gelar UEFA Nations League 2021. Prancis mengalahkan Spanyol 2-1 pada partai final untuk menambah koleksi trofi di bawah kepemimpinannya.
Namun, satu gelar bergengsi yang tak pernah berhasil diraih Deschamps adalah Piala Eropa. Peluang terbaik hadir pada Euro 2016 ketika Prancis menjadi tuan rumah. Sayang, Les Bleus ketika itu harus puas menjadi runner-up setelah dikalahkan Portugal pada babak perpanjangan waktu.
Perjalanan Deschamps juga diwarnai beberapa kegagalan lain. Prancis tersingkir di perempat final Piala Dunia 2014, disingkirkan Swiss melalui adu penalti pada babak 16 besar Euro 2020, serta tiga kali beruntun dihentikan Spanyol di semifinal, masing-masing pada Euro 2024, UEFA Nations League 2025, dan Piala Dunia 2026.
Secara khusus di Piala Dunia, Deschamps mencatat rekor impresif. Dari 27 pertandingan yang dijalani, Prancis meraih 20 kemenangan, tiga hasil imbang, dan empat kekalahan, sebuah catatan yang mempertegas konsistensi Les Bleus sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola dunia selama lebih dari satu dekade.
Meski menutup kiprahnya dengan kekalahan, warisan Didier Deschamps tetap sulit ditandingi. Selama 14 tahun, dia berhasil membawa Prancis selalu menjadi penantang serius di setiap turnamen besar dan mempersembahkan dua trofi internasional yang akan selalu dikenang para pendukung Les Bleus.
“Kami datang ke sini dengan ambisi yang besar. Kami berhasil melakukan beberapa hal positif. Kami kalah dalam pertandingan melawan Spanyol. Tapi, ini bukan kerugian total. Kami memiliki skuad berkualitas, pemain muda yang akan terus naik peringkat. Kami memiliki bakat untuk terus meraih hasil yang sangat baik,” ujar Deschamps, di situs FIFA.
Selanjutnya, kursi panas di tim nasional akan diambil alih legenda Prancis lainnya, Zinedine Zidane. Zizou datang dengan curriculum vitae sebagai pelatih sukses Real Madrid.
“Secara pribadi, ini merupakan perjalanan yang benar-benar luar biasa bersama mereka. Kami menghabiskan delapan minggu bersama sejak awal persiapan kami. Itu luar biasa. Kekecewaan terletak pada aspek olahraga, tapi kami memiliki kesempatan untuk membangkitkan emosi, dan jutaan orang Prancis dapat merasakan emosi tersebut. Ini Piala Dunia, tidak ada yang lebih indah dari itu,” pungkas Deschamps.
Baca Juga
Hasil Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Salip Lionel Messi Jadi Top Skor Piala Dunia
