Pelatih Baru Portugal Jorge Jesus Minta Cristiano Ronaldo Tetap di Timnas
Poin Penting
|
LISBON, investortrust.id – Pelatih baru Portugal Jorge Jesus memastikan pintu masih terbuka bagi Cristiano Ronaldo meski sang megabintang telah mengumumkan pensiun dari ajang internasional. Dia menyebut keputusan mengenai masa depan CR7 di tim nasional akan ditentukan setelah keduanya berbicara secara langsung.
Portugal resmi menunjuk Jorge Jesus sebagai pelatih anyar dengan kontrak berdurasi empat tahun atau hingga Piala Dunia 2030. Penunjukan itu dilakukan setelah Roberto Martinez mengakhiri masa jabatannya seusai Portugal tersingkir dari Piala Dunia 2026.
Dalam konferensi pers perdananya di markas Asosiasi Sepak Bola Portugal (FPF), Jumat (11/7/2026) waktu setempat, Jesus menegaskan bahwa Cristiano Ronaldo tetap memiliki tempat penting dalam sepak bola Portugal apabila masih ingin membela negaranya.
Baca Juga
Cuan! Demam Erling Haaland di Piala Dunia 2026 Bikin Jersey Norwegia Ludes
"Saya belum berbicara dengan Cris. Dia tidak akan pernah menjadi masalah bagi tim nasional maupun bagi saya. Semua orang berhak memiliki pendapat masing-masing," ujar Jesus, dilansir ESPN.
Pelatih berusia 71 tahun itu mengatakan akan berdiskusi secara pribadi dengan seluruh pemain, termasuk Ronaldo, sebelum menentukan komposisi tim. "Ketika waktunya tiba, saya akan berbicara dengan Cris dan semua pemain satu per satu. Cristiano adalah simbol Portugal dan namanya akan tercatat dalam sejarah. Saya sangat senang pernah bekerja dengannya karena dia pemain yang sangat mudah diajak bekerja sama," kata Jesus.
"Saya harus berbicara dengannya untuk mengetahui apa yang ingin dia lakukan. Selama ini dia selalu mengatakan kepada saya bahwa dia ingin mengakhiri karier bersama Al Nassr. Jika kondisinya masih layak dipanggil ke tim nasional, tentu saya akan memanggilnya," ucap Jesus.
Ronaldo sebelumnya menutup perjalanan di Piala Dunia 2026 dengan tiga gol. Meski Portugal gagal melewati babak 16 besar setelah kalah 0-1 dari Spanyol, peraih lima Ballon d'Or tersebut tetap menorehkan sejarah sebagai satu-satunya pemain yang mampu mencetak gol dalam enam edisi Piala Dunia.
Seusai laga itu, Ronaldo menyatakan pensiun dari Piala Dunia. Tapi, dia tidak menutup peluang untuk kembali memperkuat Portugal di ajang lain.
Jesus juga menepis anggapan bahwa usianya menjadi kendala untuk menangani Portugal. "Saya memang berusia 71 tahun, tetapi merasa seperti berusia 50 tahun karena kondisi fisik saya sangat baik. Saya berlatih setiap hari selama satu hingga dua jam. Tantangan ini memang berat, tetapi saya yakin kami bisa meraih kesuksesan," ujarnya.
"Usia bukan masalah. Lihat saja Cristiano. Saat saya melatihnya, dia mampu berlari 8 km dalam satu pertandingan dengan kecepatan lebih dari 25 km/jam. Dia bermain ketika memang saya rasa diperlukan. Bahkan ada kalanya saya tidak memasukkannya ke dalam daftar pemain cadangan," kata Jesus.
Pelatih yang terakhir membawa Al Nassr menjuarai Liga Pro Arab Saudi itu juga mengungkapkan hubungannya dengan Ronaldo selama bekerja bersama berlangsung tanpa kendala.
"Musim lalu dia bermain dalam 31 dari 50 pertandingan dan saya menggantinya sebanyak 16 kali. Tidak pernah ada masalah. Itu menjadi keuntungan bagi saya karena ada 12 pemain Portugal yang tampil di Piala Dunia sudah pernah bekerja sama dengan saya," tutur Jesus.
Jorge Jesus menjalani pengalaman pertamanya sebagai pelatih tim nasional setelah lebih dari tiga dekade berkarier di level klub. Selama 36 tahun menjadi pelatih, dia pernah menangani 11 klub di Portugal, termasuk Benfica yang dibawanya meraih 10 trofi.
Kesuksesannya juga berlanjut di luar Portugal. Bersama Flamengo, Jesus mempersembahkan lima gelar bergengsi, sedangkan saat menangani Al Hilal dia sukses membawa klub tersebut meraih tiga gelar domestik dalam satu musim.
Laga perdana Jorge Jesus sebagai pelatih Portugal dijadwalkan berlangsung pada 24 September saat menghadapi Wales pada pertandingan pembuka Grup D UEFA Nations League.
"Saya bangga menjadi orang Portugal dan sangat bersyukur mendapatkan kesempatan ini. Saya dipercaya menangani salah satu tim nasional terbaik di dunia, sekaligus tim nasional negara saya sendiri. Itu sebuah kehormatan yang luar biasa," pungkas Jesus.
Baca Juga
Jadwal Piala Dunia 2026: Spanyol atau Belgia, Lawan Prancis di Semifinal
