Ubah Prediksi, Komputer Super Opta Jagokan Prancis Juara Piala Dunia 2026
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id – Prediksi terbaru komputer super Opta menempatkan Prancis sebagai favorit utama menjuarai Piala Dunia 2026 jelang perempat final. Les Bleus berhasil menyalip Spanyol. Sementara Argentina dan Inggris masih masuk empat besar kandidat terkuat mengangkat trofi di Amerika Utara.
Setelah hampir satu bulan bergulir dan menyelesaikan 96 pertandingan, Piala Dunia 2026 kini memasuki fase penentuan. Hanya tersisa delapan tim yang masih bertahan dalam perebutan gelar juara, yakni Prancis, Spanyol, Argentina, Inggris, Belgia, Norwegia, Maroko, dan Swiss.
Sebelum turnamen dimulai, Opta menjalankan 25.000 simulasi dan menempatkan Spanyol sebagai favorit dengan peluang juara sebesar 16,1 persen. Alasannya, status La Furia Roja sebagai juara Eropa dan materi pemain yang dimiliki.
Baca Juga
Ismael Saibari Cedera, Maroko Siapkan Striker Alternatif Lawan Prancis
Kini, situasinya berubah. Berdasarkan simulasi terbaru, Prancis menjadi unggulan utama dengan probabilitas menjuarai Piala Dunia mencapai 27,3 persen. Les Bleus juga memiliki peluang 44,3 persen untuk lolos ke partai final.
Spanyol masih berada di jalur perebutan gelar dengan peluang juara sebesar 21,3 persen. Angka itu sebenarnya meningkat dibandingkan prediksi sebelum turnamen karena jumlah pesaing terus berkurang. Tapi, performa mereka di fase grup, terutama saat ditahan imbang tanpa gol oleh Cape Verde, membuat posisinya digeser Prancis sebagai favorit utama.
Namun, Spanyol tetap memiliki catatan impresif sepanjang turnamen. Tim asuhan Luis de la Fuente belum sekali pun kebobolan. Bahkan, kiper Unai Simon kini mencatat rekor sebagai penjaga gawang dengan periode nirbobol terpanjang dalam sejarah Piala Dunia.
Rintangan terbesar Spanyol diperkirakan datang di semifinal apabila berhasil menyingkirkan Belgia pada babak delapan besar. Mereka berpeluang bertemu Prancis yang tampil semakin meyakinkan setelah sempat menjalani awal turnamen yang kurang mulus saat menghadapi Senegal.
Walau harus bekerja keras menyingkirkan Paraguay lewat gol penalti di babak 16 besar, Opta masih menilai kualitas Prancis berada di atas seluruh pesaingnya. Peluang Didier Deschamps mengakhiri masa jabatannya sebagai pelatih dengan membawa Les Bleus menjadi juara dunia pun dinilai sangat terbuka.
Inggris tetap berada dalam kelompok unggulan meski peluangnya tidak sebesar dua rival utama tersebut. Tim asuhan Thomas Tuchel diperkirakan memiliki peluang 16,5 persen untuk mengangkat trofi Piala Dunia 2026. Hasil itu dipengaruhi performa The Three Lions yang dinilai belum sepenuhnya konsisten meski sukses menyingkirkan Kroasia dan Meksiko pada fase gugur.
Selain itu, sektor bek kanan juga dianggap masih menjadi titik lemah Inggris. Cedera Reece James serta belum meyakinkannya penampilan Jarell Quansah maupun Djed Spence membuat lini pertahanan mereka menjadi sorotan sepanjang turnamen.
Juara bertahan Argentina juga masih diperhitungkan meski sempat mengalami beberapa pertandingan sulit. Tim asuhan Lionel Scaloni hanya memiliki peluang 17,3 persen mempertahankan gelar. La Albiceleste harus melalui perpanjangan waktu saat mengalahkan Cape Verde di babak 32 besar dan nyaris tersingkir sebelum membalikkan keadaan secara dramatis saat menghadapi Mesir pada babak 16 besar.
Namun, Argentina membawa modal penting berupa rekor tidak terkalahkan dalam 11 pertandingan Piala Dunia secara beruntun. Mental juara yang dimiliki Lionel Messi dan kawan-kawan dinilai masih menjadi salah satu kekuatan terbesar mereka.
Di luar negara-negara yang pernah menjadi juara dunia, Norwegia muncul sebagai tim yang paling dijagokan menciptakan kejutan. Opta memberi peluang 6,6 persen bagi tim asuhan Stale Solbakken untuk menjadi juara dunia dan probabilitas 37,7 persen mengalahkan Inggris pada babak perempat final. Ketajaman Erling Haaland yang masih bersaing dalam perebutan Sepatu Emas menjadi faktor utama yang mengangkat peluang mereka.
Maroko juga tetap diperhitungkan meski peluangnya hanya 3,7 persen. Wakil Afrika itu berusaha melampaui pencapaian bersejarah di Piala Dunia 2022, tapi lebih dulu harus melewati hadangan Prancis pada babak delapan besar.
Swiss memiliki peluang juara sebesar 3,8 persen setelah berhasil melaju hingga perempat final. Tapi, simulasi Opta menunjukkan mereka kalah dari Argentina dalam 69,1 persen percobaan sehingga diperkirakan menghadapi tugas sangat berat untuk menciptakan kejutan.
Sementara Belgia menjadi tim dengan peluang juara paling kecil di antara delapan peserta tersisa. Meski tampil meyakinkan ketika menyingkirkan tuan rumah Amerika Serikat pada babak 16 besar, peluang mereka mengangkat trofi hanya mencapai 3,6 persen. Angka tersebut memang meningkat dibandingkan prediksi sebelum laga melawan Amerika Serikat, tapi tetap menjadi yang terendah di antara seluruh kontestan perempat final.
Baca Juga
Legenda Jerman Juergen Klinsmann Sebut Norwegia Bukan Hanya Erling Haaland
