Catat! Inilah 7 Pelatih Korban Persaingan Ketat Piala Dunia 2026
Poin Penting
|
LOS ANGELES, investortrust.id – Piala Dunia 2026 memakan korban banyak pelatih sepak bola top. Kegagalan melangkah lebih jauh dalam turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu telah telah membuat sejumlah nakhoda kehilangan pekerjaannya. Ada yang dipecat, tapi beberapa lainnya mundur sukarela.
Piala Dunia 2026 sudah memasuki babak 32 besar. Beberapa negara juga sudah menyegel tempat di babak 16 besar lewat penampilan yang layak dibanggakan.
Selain itu, gelombang pergantian pelatih juga terjadi. Tren ini sebenarnya sudah dimulai sejak awal fase grup. Tunisia menjadi tim pertama yang melakukan perubahan setelah dihajar Swedia 1-5 pada laga pembuka. Kekalahan telak itu membuat Tunisia langsung memecat Sabri Lamouchi sehari setelah pertandingan.
Baca Juga
Thibaut Courtois Ungkap Kunci Kemenangan Belgia di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Posisi Lamouchi kemudian diisi Herve Renard. Tapi, pergantian pelatih tidak mampu mengubah nasib Tunisia. Mereka kembali kalah 0-4 dari Jepang dan menutup fase grup dengan kekalahan 1-3 dari Belanda, sehingga gagal melaju ke babak gugur.
Setelah fase grup berakhir, Korea Selatan dan Skotlandia juga memulai era baru. Hong Myung-bo memilih mundur setelah gagal membawa The Taeguk Warriors lolos ke babak 32 besar. Korea Selatan hanya mengoleksi tiga poin dari kemenangan atas Republik Ceko dan finis di bawah Meksiko serta Afrika Selatan di Grup A.
Nasib serupa dialami Steve Clarke. Pelatih yang telah menangani Skotlandia selama tujuh tahun itu mengakhiri jabatannya setelah timnya tersingkir dari Grup C. Skotlandia hanya mampu meraih satu kemenangan atas Haiti, sebelum kalah dari Maroko dan Brasil.
Daftar pelatih yang hengkang bertambah ketika Miroslav Koubek mengundurkan diri dari kursi pelatih Republik Ceko. Asosiasi Sepak Bola Ceko (CFF) menerima pengunduran dirinya melalui kesepakatan bersama setelah tim hanya mengumpulkan satu poin dari tiga pertandingan tanpa sekalipun meraih kemenangan.
Ekuador kemudian menjadi negara berikutnya yang berpisah dengan pelatihnya. Sebastian Beccacece mengumumkan pengunduran diri setelah timnya kalah 0-2 dari Meksiko pada babak 32 besar. Pelatih asal Argentina itu menegaskan masa kontraknya memang berakhir bersamaan dengan berakhirnya kiprah Ekuador di Piala Dunia.
"Hari ini saatnya saya mengucapkan selamat tinggal kepada sebuah keluarga yang luar biasa. Kontrak saya memang berakhir ketika Piala Dunia selesai, dan hari ini perjalanan kami telah berakhir. Tidak ada penyesalan. Yang ada hanyalah rasa syukur atas perjalanan ini," ujar Beccacece, dilansir Marca.
Tak lama berselang, Marcelo Bielsa juga mengumumkan pengunduran dirinya dari tim nasional Uruguay. Pelatih asal Argentina itu mengambil tanggung jawab penuh atas kegagalan Uruguay lolos dari fase grup, hasil yang menurutnya jauh dari perkiraan.
Bielsa mengakui dirinya tidak mampu memaksimalkan kualitas para pemain yang dimiliki Uruguay, meski menegaskan seluruh staf pelatih dan pemain telah memberikan kemampuan terbaik sepanjang turnamen. Dia juga membantah isu yang menyebut dirinya mengubah pendekatan taktik karena tekanan dari para pemain menjelang laga penentuan melawan Spanyol.
Di sisi lain, Ronald Koeman memilih menutup periode keduanya bersama Belanda. Pelatih berusia 63 tahun itu telah memberi tahu Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB) bahwa dirinya tidak akan memperpanjang kontrak yang habis setelah Piala Dunia 2026.
Keputusan tersebut diumumkan sehari setelah Belanda tersingkir lewat adu penalti melawan Maroko di babak 32 besar. Koeman mengaku ingin lebih banyak meluangkan waktu bersama keluarganya setelah bertahun-tahun berkecimpung di sepak bola level tertinggi.
"Sekarang saya memilih menghabiskan lebih banyak waktu bersama istri, anak-anak, dan cucu-cucu saya. Menurut saya, ini adalah keputusan yang tepat dan paling masuk akal saat ini," ujar Koeman, dalam pernyataan resmi KNVB.
Baca Juga
Lawan Austria di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Spanyol Tak Terbebani
DAFTAR PELATIH YANG BERHENTI DI PIALA DUNIA 2026
Sabri Lamouchi (Tunisia)
Steve Clarke (Skotlandia)
Miroslav Koubek (Republik Ceko)
Hong Myung-bo (Korea Selatan)
Marcelo Bielsa (Uruguay)
Ronald Koeman (Belanda)
