Kisah Patrice Lumumba, Bapak Bangsa Kongo yang Kembali Hidup di Piala Dunia 2026
Poin Penting
|
GUADALAJARA, investortrust.id – Piala Dunia 2026 tidak hanya diramaikan aksi para pemain di lapangan, melainkan juga kehadiran suporter unik RD Kongo, Michel Kuka Mboladinga. Beda dengan kebanyakan pendukung yang bersorak dari tribun, dia memilih membisu seperti patung dengan kostum ala Patrice Lumumba, bapak bangsa Kongo.
Mboladinga telah lama dikenal berkat cara unik mendukung RD Kongo. Selama pertandingan berlangsung, dia berdiri diam tanpa bergerak dengan satu tangan terangkat, meniru sebuah patung. Penampilannya semakin khas karena selalu mengenakan jas, dasi, dan celana panjang dengan warna yang menyerupai bendera RD Kongo.
Pria yang lebih dikenal dengan nama Lumumba Vea atau "patung hidup" itu menjadi salah satu penonton paling mencuri perhatian di turnamen. Gaya tersebut terinspirasi dari patung Patrice Lumumba yang berdiri di ibu kota negara, Kinshasa. Patung itu dibuat untuk mengenang Lumumba, perdana menteri pertama Kongo.
Baca Juga
Hasil Pertandingan Piala Dunia 2026: Cristiano Ronaldo is Back!
Pada Piala Dunia 2026, Mboladinga sempat absen mendukung laga perdana RD Kongo. Itu karena dia harus menjalani karantina wajib menyusul merebaknya wabah Ebola di negaranya.
Namun, pada pertandingan kedua fase grup melawan Kolombia, Rabu (24/6/2026) pagi WIB, dia akhirnya tiba di Meksiko dan terlihat dalam kondisi baik. Sayang, Kongo harus mengakui keunggulan Kolombia 0-1 dalam laga di Estadio Jalisco, Guadalajara.
Pria yang kini menjadi ikon suporter RD Kongo itu sebenarnya sudah menjalankan perannya sebagai patung hidup sejak 2013. Tapi, namanya baru mendunia dalam beberapa bulan terakhir setelah aksinya viral saat Piala Afrika 2025, yang berlangsung pada Desember 2025 hingga Januari 2026.
Aksi Mboladinga memang unik. Tapi, dia punya alasan khusus menjadi patung Patrice Lumumba di stadion. Dia mendedikasinya untuk sang pahlawan, pendiri negara, sekaligus salah satu tokoh perjuangan kemerdekaan paling berpengaruh di Afrika.
Patrice Emery Lumumba lahir dengan nama Isaie Tasumbu Tawosa pada 2 Juli 1925, dan meninggal pada 17 Januari 1961. Dia adalah pemimpin kemerdekaan dan revolusioner yang menjabat sebagai Perdana Menteri pertama Republik Kongo I (RD Kongo) dari Juni hingga September 1960, setelah pemilihan Mei 1960.
Lumumba adalah pemimpin Gerakan Nasional Kongo (MNC) dari 1958 hingga pembunuhannya pada tahun 1961. Secara ideologis, dia seorang nasionalis Afrika dan pan-Afrika. Dia memainkan peran penting dalam transformasi Kongo dari koloni Belgia menjadi republik merdeka.
Tak lama setelah kemerdekaan Kongo pada Juni 1960, pemberontakan terjadi di militer, menandai awal krisis di Kongo. Setelah kudeta oleh Joseph-Desire Mobutu, Lumumba mencoba melarikan diri ke Stanleyville untuk bergabung dengan para pendukungnya yang telah mendirikan negara anti-Mobutu baru yang disebut Republik Bebas Kongo.
Sayang, Lumumba ditangkap dalam perjalanan oleh otoritas negara di bawah Joseph-Desire Mobutu. Dia dikirim ke Katanga. Dengan bantuan tentara bayaran Belgia, dia disiksa dan dieksekusi oleh otoritas separatis Katanga pimpinan Moise Tshombe. Tubuhnya kemudian dilarutkan dengan cairan kimia hingga menguap tanpa jejak.
Pada 2002, Pemerintah Belgia secara resmi meminta maaf atas perannya dalam eksekusi tersebut. Mereka mengakui tanggung jawab moral. Dan, pada 2022, Belgia mengembalikan gigi Lumumba kepada keluarganya. Akibatnya, dia dipandang sebagai martir bagi gerakan pan-Afrika, tak terkecuali untuk Mboladinga di sepak bola.
Baca Juga
Ibu Meninggal, Didier Deschamps Tak Dampingi Prancis di Laga Terakhir Piala Dunia 2026
