Kisah Alireza Beiranvand, Benteng Tangguh Iran Pemegang 2 Rekor Dunia Guinness
Poin Penting
|
INGLEWOOD, investortrust.id – Ketangguhan penjaga gawang Iran Alireza Beiranvand jadi faktor utama yang membuat Belgia frustrasi, gagal menang, dan bermain 10 orang dalam laga Piala Dunia 2026 di SoFi Stadium, Inglewood, Senin (22/6/2026) dini hari WIB.
Iran membuat persaingan Grup G sangat ketat. Setelah imbang 1-1 lawan Mesir, The Red Devils juga harus puas dengan skor 0-0 kontra Iran. Sementara Iran juga bermain imbang 2-2 dengan Selandia Baru sebelum bertemu Belgia.
“Kami memiliki dua pertandingan tanpa kekalahan. Hari ini kami akan merayakannya dulu. Besok, kami akan fokus melawan Mesir, yang merupakan tim terkuat di grup ini. Jadi, kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi apakah kami bisa lolos atau tidak,” ujar pelatih Team Melli, Amir Ghalenoei, dilansir ESPN.
Baca Juga
Cape Verde Ungkap Rahasia Penampilan Gila di Piala Dunia 2026
Kegagalan Belgia mengalahkan Iran, meski punya banyak peluang dan dominasi total di lapangan, adalah ketangguhan Alireza Beiranvand. Sang kiper dikenal karena penyelamatan gemilangnya di bawah mistar gawang.
Selain itu, Alireza Beiranvand juga tercatat sebagai pemegang dua rekor dunia versi Guinness World Records yang sulit ditandingi oleh pemain lain. Rekor pertama adalah lemparan terjauh dalam pertandingan kompetitif. Dia melempar bola sejauh 61,026 meter saat membela Iran dalam laga kualifikasi Piala Dunia melawan Korea Selatan pada 11 Oktober 2016.
Lemparan spektakuler tersebut setara dengan lebih dari setengah panjang lapangan sepak bola dan menjadi salah satu momen yang mengundang decak kagum dunia. Kemampuan itu bahkan kerap dimanfaatkan Iran untuk melancarkan serangan balik cepat dari area pertahanannya.
Tak hanya itu, Alireza Beiranvand juga memegang rekor drop kick terjauh di dunia. Ketika masih memperkuat Persepolis pada 17 April 2019, dia mencatatkan tendangan sejauh 78,014 meter atau hampir mencapai panjang satu lapangan penuh.
Menariknya, kekuatan luar biasa tersebut ternyata berakar dari masa kecilnya yang penuh perjuangan. Beiranvand tumbuh dalam keluarga nomaden di Iran dan menghabiskan banyak waktu bermain permainan tradisional bernama Dalparan. Permainan lokal itu mengharuskan para pemain melempar batu-batu berat sejauh mungkin.
Aktivitas tersebut tanpa disadari membentuk kekuatan lengan dan teknik lemparannya sejak usia dini. Bertahun-tahun kemudian, kemampuan yang diasah dari permainan sederhana di masa kecil justru membawanya mencetak sejarah di panggung sepak bola dunia.
Kini, selain menjadi andalan Iran di Piala Dunia 2026, Beiranvand juga dikenang sebagai salah satu kiper dengan distribusi bola paling unik dan mematikan dalam sejarah sepak bola modern.
Baca Juga
Hasil Pertandingan Piala Dunia 2026: Mesir Cetak Sejarah Kemenangan Perdana

