Jadi Pundit Piala Dunia 2026, Zlatan Ibrahimovic Banjir Kritik di Amerika Serikat
Poin Penting
|
LOS ANGELES, investortrust.id – Legenda sepak bola Swedia Zlatan Ibrahimovic kembali menjadi sorotan. Setelah mendapat kritik dari pendukung AC Milan karena memilih menjadi komentator televisi selama Piala Dunia 2026, kini mantan striker itu juga menuai kecaman di Amerika Serikat akibat kualitas analisisnya yang dinilai kurang meyakinkan.
Ibrahimovic saat ini masih menjabat sebagai penasihat senior RedBird Capital, perusahaan investasi yang memiliki klub AC Milan. Meski bukan karyawan langsung klub, Zlatan selama ini dianggap sebagai salah satu figur berpengaruh dalam pengambilan keputusan di klub.
Kontroversi muncul ketika Ibrahimovic bergabung dengan tim analis Fox Sports untuk meliput Piala Dunia 2026. Keputusan tersebut memicu tanda tanya karena Milan sedang berada dalam masa transisi penting. Saat itu klub baru saja menunjuk pelatih baru dan masih belum memiliki direktur olahraga, direktur teknik, maupun CEO permanen jelang bursa transfer musim panas.
Baca Juga
Karier Unik Matt Freese, Ilmuwan Harvard Pilih Jadi Kiper Piala Dunia 2026
Ketidakhadirannya di tengah situasi yang dianggap membutuhkan kepemimpinan kuat membuat sebagian besar pendukung Milan kecewa.
Namun, kritik tidak berhenti di situ. Penampilan Ibrahimovic sebagai analis televisi kini juga mendapat sorotan tajam di Amerika Serikat. Media olahraga The Athletic menilai dinamika di layar antara Ibrahimovic dan mantan bek tim nasional Amerika Serikat, Alexi Lalas, terasa canggung dan kurang menarik.
Dalam ulasannya, media tersebut bahkan menyebut program unggulan sepak bola Fox Sports akan menjadi lebih baik dengan “lebih sedikit Zlatan dan lebih sedikit Lalas”.
Salah satu kritik yang diarahkan kepada Ibrahimovic adalah kurangnya pengetahuan terhadap sejumlah tokoh sepak bola yang sedang dibahas. Media tersebut menyoroti momen ketika Ibrahimovic disebut tidak mengenal pelatih Kanada, Jesse Marsch, saat memberikan analisis pertandingan yang ditujukan untuk penonton Amerika.
Selain itu, Ibrahimovic juga dianggap terlalu mengandalkan citra percaya diri yang selama ini melekat pada dirinya. Pendekatan tersebut dinilai kurang efektif jika dibandingkan dengan gaya analisis yang lebih informatif dan mudah diterima dari mantan bintang Prancis, Thierry Henry.
Tapi, The Athletic tetap menilai Ibrahimovic memiliki nilai tambah sebagai analis, terutama dalam membahas aspek pencetak gol dan kecerdasan pemain di lapangan. Media tersebut menyarankan Fox Sports lebih memanfaatkan pengalaman Zlatan sebagai striker elite dunia dibanding menjadikannya pusat hiburan dalam siaran.
Baca Juga
Melejit di Piala Dunia 2026, Johan Manzambi Jadi Incaran Chelsea dan Manchester United
