Drama Visa Mehdi Torabi Berakhir, Iran Kembali Full Team di Laga Lanjutan Piala Dunia 2026
Poin Penting
|
LOS ANGELES, investortrust.id – Tim nasional Iran akhirnya bisa bernapas lega. Pemain senior Mehdi Torabi dipastikan dapat melanjutkan kiprahnya di Piala Dunia 2026 setelah pemerintah Amerika Serikat (AS) mengeluarkan visa baru.
Torabi sebenarnya masuk skuad Iran saat bermain imbang 2-2 melawan Selandia Baru pada laga perdana Grup G, Senin (16/6/2026). Meski hanya menjadi pemain cadangan dan tidak tampil, masalah muncul seusai pertandingan ketika diketahui visa miliknya telah kedaluwarsa.
Akibat hanya mengantongi visa single-entry (izin sekali masuk), pemain berusia 31 tahun itu terancam tidak bisa lagi masuk ke AS. Ini berbeda dengan mayoritas pemain Iran yang memperoleh visa multiple-entry (izin masuk berkali-kali). Otomatis, visa lama Torabi tidak berlaku lagi setelah meninggalkan wilayah AS seusai laga melawan Selandia Baru.
Baca Juga
Inggris Lawan Kroasia di Piala Dunia 2026, Harry Kane Incar Rekor David Beckham
Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat memastikan persoalan tersebut telah diselesaikan. “Masalah ini telah diselesaikan. Begitu kami mengetahui persoalan tersebut, kami segera bekerja untuk memastikan pemain dapat berpartisipasi di setiap pertandingan,” bunyi pernyataan Departemen Luar Negeri AS, dilansir ESPN.
Asosiasi Sepak Bola Iran (IRIFF) juga mengonfirmasi Torabi kini telah menerima visa baru yang memungkinkan dia tetap mendampingi Team Melli hingga akhir turnamen. “Visa single-entry milik Torabi sebelumnya telah kedaluwarsa. Setelah upaya kami dan koordinasi dengan FIFA, pemain tersebut menerima visa multiple-entry baru,” tulis pernyataan resmi Iran.
“Dengan visa baru ini, Torabi tidak akan mengalami kendala untuk mendampingi tim nasional Iran pada pertandingan-pertandingan berikutnya dan dapat bepergian bersama skuad selama sisa turnamen,” lanjut pernyataan itu.
Persoalan visa memang menjadi isu sensitif antara Iran dan Amerika Serikat, terutama setelah meningkatnya ketegangan geopolitik dalam beberapa bulan terakhir. Situasi semakin rumit karena seluruh pertandingan fase grup Iran digelar di Amerika Serikat, dengan dua laga berlangsung di wilayah Los Angeles dan satu pertandingan lainnya di Seattle.
Baca Juga
Inggris Lawan Kroasia di Piala Dunia 2026, Harry Kane Incar Rekor David Beckham
